ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia meminta polisi mengusut tuntas penusukan Banjir Ambarita, kontributor Vivanews.com dan Jakarta Globe di Jayapura. Penusukan tersebut merupakan tindakan keji dan merupakan bentuk tekanan terhadap pers di Indonesia.
Banjir Ambarita, yang biasa disapa Bram, ditusuk di depan kantor Walikota Entrop, Jayapura, lewat tengah malam tadi (Kamis, 3/3) sekitar pukul 00.55 WTI.
Awalnya ia dipepet dua orang yang mengendarai motor. Lalu salah seorang dari kedua orang yang tak dikenal itu menusukkan pisau ke perut dan dada Bram. Bram terluka dan mengalami pendarahan. Saat ini Bram sedang menjalani operasi di RS TNI Aryoko, Jayapura. Sampai saat ini identitas pelaku dan motivasi penusukan belum diketahui.
“Tanpa tindakan cepat, pelakunya bisa melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,†kata Ketua AJI Indonesia, Nezar Patria.
Koordinator Advokasi AJI Indonesia, Margiyono, juga mengingatkan bahwa polisi selalu lamban menangani kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis. Bahkan menurut catatan Divisi Advokasi AJI Indonesia, banyak kasus kekerasan terhadap jurnalis yang tidak diusut tuntas.
Sejauh ini dari catatan AJI, ada beberapa kasus kekerasan yang dialami jurnalis yang tidak jelas penanganannya. Misalnya, pembunuhan Alfret Mirulewan di Pulau Kisar, Maluku Barat Daya. Sementara pembunuh Ridwan Salamun di Tual hanya dituntut delapan bulan penjara. [guh]
Populer
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11
Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07
Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04
Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18
UPDATE
Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06
Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47
Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09
Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04
Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34
Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29
Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33