Berita

KEBEBASAN PERS

Pembunuh Ridwan Cuma Dituntut 8 Bulan, Wartawan Protes ke Mabes Polri dan Kejagung

KAMIS, 03 MARET 2011 | 12:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Tual, Maluku,  menuntut tiga terdakwa kasus pembunuhan wartawan Sun TV Ridwan Salamun di Tual, Maluku yakni Hasan Tamnge, Ibrahim Raharusun dan Syahar Renuat dengan 8 bulan penjara.

Tuntutan itu menuai kekecewaan besar dari pihak Dewan Pers dan wartawan. Kalangan pers menilai, tuntutan itu terlalu rendah dan tidak menggunakan UU Pers 40/1999 tentang Pers. Saat kematiannya, Ridwan sedang meliput bentrokan warga dua desa, yakni Banda Eli dan Tigitan pada 21 Agustus 2010 lalu.

Siang ini, para wartawan yang bernaung di dalam Solidaritas Wartawan Anti Kekerasan (Sowak), berencana melakukan unjukrasa di Mabes Polri dan kantor Kejaksaan Agung, Jakarta.


"Kami datang ke Mabes Polri meminta diadakannya BAP ulang terhadap para tersangka dan meminta polisi mengembalikan barang bukti berupa kamera, tas dan alat kerja yang pada saat kejadian itu ada tapi kemudian hilang," ujar Koordinator Sowak, Suparni Dirman, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 3/3).

Wartawan juga menuntut pencopotan Kapolres Tual. Selain itu, meminta Kepolisian menggunakan UU Pers dalam semua kasus kekerasan yang menimpa jurnalis, terutama dalam kasus pembunuhan Ridwan.

Setelah dari Mabes Polri, wartawan akan melanjutkan unjukrasa ke kantor Kejaksaan Agung dengan berjalan kaki.

"Tuntutannya, kami minta Kejagung copot JPU PN Tual atas tuntutan yang rendah tersebut, 8 bulan. Sementara, sidang vonis tanggal 9 Maret dan tidak ada lagi pledoi dari tersangka, langsung vonis," tukas Parni.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya