Berita

ilustrasi/ist

Khaddafi Gunakan Tentara Bayaran Polisario?

KAMIS, 03 MARET 2011 | 01:36 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kubu oposisi di Libya mengecam rezim Moammad Khaddafi karena menggunakan tentara bayaran dari negara-negara di kawasan sub-Sahara untuk menghadapi gerakan perlawanan rakyat Libya terhadap rezim yang telah berkuasa lebih dari 40 tahun itu. Selain dari Nigeria dan Chad, tentara bayaran itu juga direkrut dari kalangan Polisario, kelompok separatis yang bermarkas di Kamp Tindouf, Aljazair.

Kehadiran tentara bayaran di tengah perlawanan rakyat Libya itu diberitakan kantor berita sejumlah negara, antara lain, Spanyol dan Africa News Agency.

Diberitakan bahwa anggota Polisario mulai berdatangan ke Libya sejak hari Senin lalu (28/2). Informasi yang dikutip kantor berita Maroko, MAP, bahwa banyak dari tentara bayaran itu yang ditangkap oleh kelompok oposisi.

Menurut ANA, sejak perlawanan dimulai, demonstran dari semua kota di Libya melaporkan bahwa mereka menghadapi tekanan dari tentara Libya, pasukan keamanan Libya, agen intelijen berbaju sipil, penembak jitu, dan tentara bayaran Afrika hitam. Kelompok terakhir ini disebut sebagai kelompok yang bertindak paling brutal dalam menghadapi demonstran.

Demonstran memiliki bukti kehadiran tentara bayaran ini berupa foto dan rekaman video. Sebagian dari video itu, masih menurut laporan ANA, memang memperlihatkan kelompok bersenjata yang terdiri dari orang-orang berkulit gelap. Sebagian dari mereka menggunakan seragam, sebagian lagi tidak.

Bukti paling kuat mengenai tentara bayaran ini diperoleh dari Banghazi and Al Bayda yang disebut demonstran sebagai kota yang dibebaskan. Ratusan orang sub Sahara Afrika tertangkap dan kini berada di dalam tahanan kelompok oposisi. Pihak Chad dan Nigeria telah membantah keterlibatan warganegaranya dalam krisis politik di Libya. [guh]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya