Berita

dipo alam/ist

Dipo Alam Tak Punya Kaitan dengan Angkatan 1977/1978

MINGGU, 27 FEBRUARI 2011 | 22:26 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kelompok aktivis mahasiswa angkatan 1977/1978 menegaskan bahwa Sekretaris Kabinet Dipo Alam tidak punya kaitan langsung dengan gerakan mahasiswa 1977/1978.

Menurut dua aktivis gerakan mahasiswa 1977/1978, Abdurrachim dan M. Hatta Taliwang, hal ini perlu diluruskan mengingat dalam pemberitaan mengenai konflik Dipo Alam dengan TVOne, MetroTV, dan Media Indonesia, sejumlah media massa menyebut Dipo Alam merupakan aktivis angkatan itu.

“Dengan ini kami tegaskan bahwa Dipo Alam bukan aktivis gerakan mahasiswa di era 1977/1978,” kata Hatta Taliwang, mantan anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini menjadi Koordinator GD 77/78.

Pada tahun 1977 sekelompok aktivis mahasiswa menandatangani deklarasi atau ikrar yang meminta MPR menggelar Sidang Istimewa untuk mengadili Soeharto. Tahun 1978 para penandatangan deklarasi itu ditangkap. Selanjutnya, Dewan Mahasiswa di semua kampus dibubarkan dan pemerintah menerapkan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus-Badan Koordinasi Kampus (NKK-BKK) yang menjauhkan mahasiswa dari kehidupan politik praktis.

Ketika itu Hatta Taliwang adalah Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta. Adapun Abdurrachim yang aktivis Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat mendekam di Sukamiskin.

Dipo Alam memimpin Dema Universitas Indonesia pada tahun 1976. Ia sempat ditahan sekitar satu hingga dua bulan, ketika bersama Bambang Sulistomo mengusung Ali Sadikin sebagai capres alternatif. Keduanya ditahan di Markas Batalion 202 Tajimalela di Bekasi yang populer disebut Kampus Kuning

Dipo Alam tidak punya kaitan langsung dengan gerakan mahasiswa 77/78 ketika gejolak politik terjadi di akhir 1977 dan awal 1978, Dipo Alam sudah tidak memimpin Dema UI. Sebagai penggantinya adalah Lukman Hakim yang sekarang Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Selama proses pengadilan terhadap aktivis mahasiswa 77/78 di Bandung, Jakarta, Medan, Surabaya dan Jogjakarta, Dipo Alam tidak pernah diadili, juga tidak dihadirkan sebagai saksi.

Hatta Taliwang juga mengatakan, aktivis 77/78 sangat tidak setuju dengan sikap arogan Dipo Alam terhadap media massa baru-baru ini. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya