Berita

andi nurhilda/ist

Revolusi PSSI dan Hoax 'Anak Nurdin Halid'

JUMAT, 25 FEBRUARI 2011 | 12:28 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Di tengah revolusi Mesir yang bergulir di bulan Januari lalu, masyarakat Indonesia sempat dikagetkan oleh kisah kematian seorang wanita muda asal Indonesia bernama Imanda Amalia.

Manda, demikian ia konon kerap disapa teman-temannya, meninggal di tengah hujan tembakan antara pasukan pendukung dan penentang Hosni Mubarak di pusat Kairo. Sebelum tewas tertembak, Manda dikabarkan sempat mengirimkan pesan pendek blackberry kepada seorang temannya. Nah, temannya inilah yang pertama kali mempublikasikan berita kematian Manda di laman sebuah grup facebook.

Sampai kini, tidak ada informasi yang pasti mengenai kebenaran kisah Manda. Pihak Kemenlu RI pun terlihat sudah enggan meladeni pertanyaan seputar kasus ini.

Ada juga kabar yang mengatakan Manda adalah warganegara Australia berdarah Indonesia. Tetapi pihak Australia pun tidak tahu menahu kisah Amanda dan kematiannya yang sungguh tragis dan mengharu biru.

Walhasil, patutlah kita simpulkan, kisah Amanda di tengah revolusi Mesir adalah hoax semata.

Di tengah revolusi PSSI yang sedang bergulir di seputaran Senayan, Jakarta, publik pun kembali dikejutkan oleh kisah seorang wanita bernama “Andi Nurhilda Daramata Asiah Indahsari”. Sejak Selasa malam lalu (22/2) surat terbuka “Andi Nurhilda Daramata Asiah Indahsari” beredar di dunia maya. “Andi Nurhilda Daramata Asiah Indahsari” mengaku sebagai putri tunggal Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang sedang dihantam gelombang revolusi PSSI.

“Andi Nurhilda Daramata Asiah Indahsari” membeberkan banyak hal mengenai ayahnya. Intinya: ia membela ayahnya. Pembelaan yang membuat pembaca speechless.

Ayahnya bukan orang yang serakah. Juga bukan koruptor. Ayahnya merogoh uang Rp 5 miliar untuk pernikahan “Andi Nurhilda Daramata Asiah Indahsari” yang dihadiri oleh 8.000 orang.

“Kalau ayah saya sebagai koruptor, jelas tak ada yang mau hadir dalam pesta perkawinanku. Mana ada lelaki yang mau sama putri seorang koruptor. Malah aku bisa dipersunting keluarga biru, Andi Seto Gadhysta Asapa, putra seorang politisi terkenal Rudiyanto Asapa. Coba, seorang politisi tentu enggan berbesanan dengan koruptor,” demikian antara lain tulis “Andi Nurhilda Daramata Asiah Indahsari”.

Bikin speechless kan?

Tadi malam (Kamis, 24/2), Andi Nurhilda Daramata Asiah Indahsari yang asli membuka suara. Didampingi pengacaranya Rahmat Harahap, ia menggelar jumpa pers di kediamannya di kawasan Cibubur.

Berikut adalah lima butir penjelasan Andi Nurhilda Daramata Asiah Indahsari yang asli, yang disampaikan kuasa hukumnya, Rahmat Harahap.

1. Melalui hak jawab ini, saya menyatakan tidak pernah menulis dan mengirim surat pembaca yang mengatasnamakan diri saya, sebagaimana termuat di media tersebut.

2. Bahwa saya tidak mengenal dan tidak mengetahui, orang yang bernama Iwan Purawinata yang memposting surat terbuka atas nama saya di online kompasiana.com.

3. Saya meminta kepada teman-teman media, untuk lebih teliti dalam mengutip berita yang diposting dari internet, seperti yang terjadi pada diri saya karena hal tersebut dapat merugikan dan menimpa siapapun.

4. Bahwa, saya akan melakukan upaya hukum bilamana terdapat perbuatan hukum yang merugikan nama baik saya seperti yang tertulis dalam surat pembaca tersebut.

5. Bahwa, dikemudian hari, saya berharap surat pembaca yang mengatasnamakan diri saya tersebut jangan menjadi komoditas berita.

Jelas sudah, surat yang ditulis "Andi Nurhilda Daramata Asiah Indahsari" hoax semata. Sama hoax-nya dengan kisah kematian Imanda Amalia di tengah revolusi Mesir. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya