Berita

sby/ist

Presiden SBY Siapkan Kebohongan Baru?

KAMIS, 24 FEBRUARI 2011 | 13:34 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Ketika menutup Rapat Kerja Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (P3I) di Istana Bogor beberapa hari lalu (Selasa, 22/2) Presiden SBY menjanjikan enam program serba murah untuk rakyat yang meliputi program rumah sangat murah, program kendaraan angkutan umum murah, program air bersih, program listrik murah dan hemat, peningkatan kehidupan nelayan, serta program peningkatan masyarakat pinggiran perkotaan.

Keenam program ini dikhawatirkan banyak kalangan akan menjadi bahan kebohongan baru pemerintahan SBY-Boediono. Sulit membayangkan, misalnya, pemerintah dapat menyediakan rumah seharga Rp 20 juta hingga 25 juta untuk rakyat berpenghasilan rendah walaupun pembelian dilakukan dengan kredit sangat lunak dan sebagian biayanya dibantu pemerintah.

Sebagai perbandingan, dalam periode sebelumnya, SBY juga pernah berjanji untuk hal yang kurang lebih sama. Ketika itu pemerintah berjanji membangun 1.000 tower rusunami. Pada praktiknya, rusunami yang dibangun tidak sampai 5 persen dari rencana.

“Sekarang SBY bersama Budiono menawarkan rumah murah dengan harga berkisar Rp 20-25 juta bagi rakyat yang berpenghasilan rendah. Tentu ini hanyalah program angin surga saja bagaimana mungkin rakyat yang berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah murah,” ujar Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Prakoso Wibowo, dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Kamis (24/2).

“Penghasilannya saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari hari akibat harga pangan yang melonjak serta makin melemahnya daya beli masyarakat,” demikian Prakoso. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya