Berita

Evakuasi WNI di Mesir

Wawancara

WAWANCARA

Hassan Wirajuda: 1.137 Orang Mendaftar Mau Kembali ke Mesir

SABTU, 19 FEBRUARI 2011 | 08:22 WIB

RMOL. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Evakuasi WNI di Mesir, Hassan Wirajuda mengatakan, sampai saat ini sudah 1.137 orang yang mendaftar mau kembali ke Mesir.

“Ini berarti hampir separuhnya yang sudah kita evakuasi itu mau kembali ke Mesir. Ya, itu sudah cukup bagus,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, ke­marin.

“Tapi pemu­langan WNI ke Mesir tidak lagi menggu­na­kan pesawat Garuda. Tapi dengan pesawat komersil biasa,’’ tambah bekas Menteri Luar Negeri itu.  


Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa tidak meng­gunakan pesawat Ga­ruda?
 Kalau menggunakan pesawat Garuda, itu terlalu mahal. Maka­nya memakai pesawat komersil saja, sehingga harganya lebih murah. Sebab, anggaran yang di­gunakan Rp 10 miliar yang ber­sifat darurat.

Pesawat komersial mana yang dipilih?
Kita minta beberapa airlines buat penawaran yang murah. Nanti kita putuskan. Yang jelas, pemerintah biayai mereka pulang ke Kairo.

Dari sekarang sudah kita siap­kan. Mumpung ada waktu. Sebab, perkuliahan sebentar lagi dimulai. Jadi, mahasiswa yang dievakuasi ke Indonesia  harus kembali  ke Mesir supaya tidak ketinggalan perkuliahannya.

Jadi, mereka sudah siap mene­rima ujian pada Mei mendatang.

Karena itu kita kembalikan mereka dalam batasan 30 hari sejak tanggal tiba di Indonesia. Kita minta mereka segera men­daftarkan kembali untuk pengem­balian pulang.

Apa semuanya difasilitasi pe­merintah?
Tentu, dari mulai moda trans­portasi yang kita pilih. Yakni, kalau di Jawa menggunakan kereta api dan bus. Kemudian di luar Jawa menggunakan pesawat terbang. Kita bukan hanya me­nanggung ongkos-ongkos dari daerah mereka ke Jakarta, tapi termasuk airport teks kita bayar­kan kepada mereka.

Jadi, mereka harus segera men­daftarkan ke posko-posko untuk pengurusan visa yang me­mer­lukan waktu. Bagi seba­gian ma­ha­siswa yang dokumen­nya tidak lengkap karena ter­buru-buru, misalnya berangkat dari Kairo tidak memegang paspor. Tapi pakai surat kete­rangan sementara yang namanya Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Maka kita minta sudah daftar dan urus paspor di wila­yahnya masing-masing. Kita bantu lewat jalur Imigrasi untuk memfasilitasinya.

Berapa jumlah pengem­ba­lian WNI ke Mesir?
Sejak kembali ke sini (Indo­nesia) dengan pesawat Garuda sekitar 2.400 orang. Mungkin tidak semuanya mereka kembali. Karena itu kita perlukan pen­daftaran. Sebab, ada 89 orang yang sudah selesai S1.

Dengan kata lain, mungkin tidak perlu mereka kembali. Ada juga TKI yang bermasalah yang ikut dipulangkan, mungkin dia nggak mau. Ada juga studinya nggak jelas di sana. Kita terbuka dengan itu, kan pilihan orang. Sampai hari ini (Kamis, 17/2) su­dah terdaftar 1.137 orang. Ham­pir separuhnya, sudah cukup bagus.

Berapa kloter yang akan di­pulangkan ke Mesir?
Tidak lagi pakai kloter. Ter­gantung tersedianya kursi pesa­wat komersial. Paling tidak ada empat jenis airlines.

Kapan mulai dipulangkan ke Mesir?
Keberangkatan mereka akan dilakukan sebelum 2 Maret 2011. Yang jelas, bagi yang ingin pu­lang ke Mesir, kita hanya mem­berikan waktu 30 hari di Indo­nesia.
    
Kapan selesai pengembalian WNI ke Mesir?
Yang pulang terakhir pada 11 Februrai maka 11 Maret harus sudah selesai. Kalau sudah ram­pang maka Satgas tidak perlu lama-lama lagi bekerja. Tapi mengatur orang banyak, ada saja yang tercecer maka kita kasih waktu.

Menurut saya pada akhir Maret sudah kita tutup kerjaan Satgas ini. Kita bisa bilang, lewat tanggal segitu, sorry kita tidak urusin lagi.

Kita juga menggunakan transit di Pondok Gede. Karena untuk mengurus di daerah kan jauh. Silakan, karena kita berbaik hati kok. Beda dengan Amerika, be­gitu naik pesawat dari Kairo di­kasih kontrak. Nanti kalau sudah pulang, you bayar ke pemerintah dengan harga biasa. Semua negara begitu.

Bagaimana kalau yang belum sempat dievakuasi, apakah di­beri­kan perhatian dari peme­rin­­tah?
Bagi mahasiwa yang masih tinggal di Mesir, tidak ikut eva­kuasi.  Kita berikan insentif yakni beasiswa khusus berlaku selama tiga bulan. Dan masing-masing mendapat 350 pound Mesir, sekitar 60 dolar AS per orang. Itu sudah kita bagikan.

Ngomong-ngomong bagai­mana situasi di Mesir sekarang ini?
Relatif aman, walaupun sta­tus­nya masih masa transisi.   [RM]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya