Berita

ilustrasi

Saling Gertak a la Opera van Java

RABU, 16 FEBRUARI 2011 | 18:17 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kubu Presiden SBY dan kubu Front Pembela Islam (FPI) menurunkan tensi. Kedua kubu bertemu di acara coffee morning di Kantor Menteri Dalam Negeri, tadi pagi (Rabu, 16/2). Ketua Umum FPI, Habib Rizieq berkenan hadir dalam acara itu.

Mendagri Gamawan Fauzi menggambarkan pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab, dan masing-masing pihak saling memberikan wasiat tentang kebenaran dan kesabaran. Sama sekali tidak ada pembicaraan mengenai perintah Presiden SBY kepada aparat penegak hukum untuk membubarkan ormas Islam radikal yang sering melakukan kekerasan.

Perintah pembubaran ormas radikal yang sering membuat kekerasan itu disampaikan SBY di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu (Rabu, 9/2) sebagai reaksi atas penyerangan anggota Jemaat Ahmadiah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, yang menewaskan tiga orang (Minggu, 6/2), dan perusakan tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah (Selasa, 8/2).

FPI menyambar pernyataan SBY itu dan mengancam akan menggulingkan SBY. Ancaman ini diulangi beberapa kali.

Jurubicara FPI, Munarman, yang pertama kali menyampaikan ancaman penggulingan itu juga hadir dalam pertemuan coffee morning tadi. Dia mengatakan, tidak ada masalah personal antara FPI dan SBY. Munarman justru menyalahkan pihak lain, dalam hal ini agen asing, sebagai provokator yang membenturkan.

“Banyak sekali provokator yang tidak suka. (Mereka adalah) kelompok kalangan yang mengaku intelektual. Tapi saya tahu mereka antek Amerika. Saya mengertilah petanya," ujar Munarman.

Bagi sementara kalangan, bukan sesuatu yang mengagetkan bila FPI dan SBY akhirnya berdamai.

Aktivis prodemokrasi Adhie Massardi menilai, sejak awal keributan dan perseteruan antara FPI dan SBY sudah terlihat mencurigakan. Dia menyamakan kasus ini dengan kasus penyerangan yang dilakukan Laskar Pembela Islam (LPI) terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada 1 Juni 2008 di Silang Monas.

“Makanya, waktu saya lihat SBY dan Munarman saling gertak, saya seperti melihat adegan berantemnya Aziz Gagap versus Sule dalam pertunjukan Opera van Java yang didalangi Parto,” ujar Adhie Massardi, Rabu siang (16/2). Adhie menyangsikan upaya pemerintahan SBY dalam menghentikan aksi kekerasan yang kerap terjadi.

Adhie dan sejumlah tokoh yang tergabung dalam kelompok yang disebut Pluralisme Plus, seperti Yenny Wahid, Hendardi, Johan Effendy, Wimar Witoelar, Romo Benny, Usman Hamid, dan Musdah Mulia, hari Senin lalu (14/2) menemui Ketua MPR Taufiq Kiemas dan meminta agar MPR bersikap tegas terhadap praktik pembiaran kekerasan ini.

Adapun Taufiq Kiemas usai pertemuan mengatakan, dirinya setuju dengan pemberian sanksi keras terhadap ormas yang melakukan kekerasan. Di sisi lain, dia juga mengatakan penggulingan presiden atau impeachment hanya bisa dilakukan lewat lembaga yang dipimpinnya itu. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya