Berita

ilustrasi/ist

ORMAS RADIKAL

SBY Tak Pernah Sebut FPI Harus Dibubarkan

SELASA, 15 FEBRUARI 2011 | 19:53 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Wacana penggulingan SBY oleh Front Pembela Islam harus bisa dipisahkan dari kasus kekerasan yang terjadi di Cikeusik, Pandeglang, Banten pekan lalu (Minggu, 6/2). Ini penting, agar perhatian publik tidak lantas tersedot ke urusan guling-menggulingkan itu, sehingga melupakan masalah utama: kekerasan yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat dan praktik pembiaran yang dilakukan negara.

Dalam kasus Cikeusik, massa menyerang anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan merusak properti milik anggota JAI. Tiga anggota JAI tewas dalam serangan itu, sementara belasan lainnya menderita luka-luka.

Menyusul kerusuhan Cikeusik, SBY mengecam keras pelaku kerusuhan. Ini bukan kecaman pertama. SBY pernah menyampaikan kecaman serupa usai bentrokan antara massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dan Laskar Pembela Islam (LPI) di Silang Monas tanggal 1 Juni 2008. Ketika itu Presiden SBY mengingatkan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kelompok radikal.

Nah, dalam kasus Cikeusik ini SBY memerintahkan aparat penegak hukum untuk mencari jalan membubarkan kelompok yang kerap melakukan kekerasan. Perintah itu disampaikan SBY saat memberikan sambutan pada Hari Pers Nasional 2011 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pekan lalu (Rabu, 9/2).

Kata SBY ketika itu:

“Jika ada kelompok atau organisasi resmi yang selama ini terus melakukan aksi-aksi kekerasan, yang bukan hanya meresahkan masyarakat luas, tapi nyata-nyata telah banyak menimbulkan korban, maka penegak hukum agar mencarikan jalan yang sah dan legal untuk bisa perlu dilakukan pembubaran atau perubahan.”

SBY sama sekali tidak pernah menyebut FPI sebagai pihak yang harus dibubarkan.

Namun begitu, FPI menjawab ucapan keras SBY. Dan keluarlah ancaman penggulingan SBY yang disampaikan Jurubicara FPI, Munarman (10/2).

Sementara kalangan menilai ada yang aneh untuk urusan yang satu. Kalau tidak diancam SBY akan dibubarkan, mengapa FPI mengancam akan menggulingkan SBY? [guh]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya