Berita

ilustrasi/ist

TKI Penghuni Kolong Jembatan Arab Dipulangkan sejak 2005

SELASA, 15 FEBRUARI 2011 | 14:14 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pemulangan warganegara Indonesia termasuk TKI yang tinggal di bawah kolong Jembatan Kandarah dan Al Mansyur di Arab Saudi, telah dilakukan sejak tahun 2005 melalui Tarhil atau Karantina Imigrasi Arab Saudi.

Sejak tahun 2005 sampai 2010 jumlah WNI dan TKI yang dipulangkan sebanyak 124.825 orang. Dalam rilis yang dikirimkan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Luar Negeri disebutkan bahwa di tahun 2005 sebanyak 17.071 orang yang dipulangkan. Di tahun 2006 sebanyak 23.151, tahun 2007 sebanyak 24.834, tahun 2008 sebanyak 23.921, tahun 2009 sebanyak 20.849 dan tahun 2010 sebanyak 14.999 orang.

Dalam rilis itu disebutkan beberapa sebab mengapa WNI dan TKI menjadi penghuni kolong jembatan Kandarah dan Al Mansyur. Misalnya ada TKI yang lari dari majikan karena tidak betah bekerja atau tidak cocok dengan majikan. Ada juga yang tidak mendapatkan gaji atau mengalami pelecehan, dan penganiayaan.

Ada juga yang menjadi korban sindikat yang mempengaruhi para TKI yang bekerja secara prosedural dengan mengiming-imingi gaji lebih besar, sehingga para TKI berpindah majikan tanpa menyadari resiko status keimigrasian yang sangat merugikan TKI.

Di antara yang tinggal di bawah kolong jembatan itu juga ada eks jamaah umroh yang bekerja secara ilegal. Diperkirakan jumlahnya 28 persen dari penghuni kolong jembatan. Ada juga WNI yang masuk dengan visa kunjungandan bekerja secara ilegal, dan terakhir WNI yang masuk dengan calling visa langsung dari majikan di Saudi atau tanpa melewati PJTKI/PJTKA, dan kemudian kabur dari majikan. [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya