Berita

Rezim Bouteflika Remehkan Demonstran

SELASA, 15 FEBRUARI 2011 | 11:01 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pemerintah Aljazair kelimpungan menghadapi gelombang demonstrasi anto pemerintah yang semakin besar beberapa hari terakhir ini, khususnya setelah Hosni Mubarak di Mesir terjungkal menyusul Ben Ali di Tunisia.

Pemerintahan Abdelaziz Bouteflika akhirnya sepakat untuk mengakhiri keadaan darurat yang telah diberlakukan sejak 20 tahun lalu setelah pemerintah bertempur dengan kelompok Islam fundamentalis. Setidaknya 150 ribu orang tewas dalam konflik yang berlangsung selama satu dekade itu.

“Segera setelah ini kita akan mendiskusikan apa yang terjadi di masa lalu. Tetapi, saya juga mengatakan bahwa keadaan darurat akan dicabut dalam beberapa hari yang akan datang,” ujar Menteri Luar Negeri Mourad Medelci hari Senin kemarin (14/2), seperti dikutip CNN.

“Mencabut keadaan darurat berarti memulihkan hak politik rakyat,” sambungnya.

Namun di sisi lain Medelci terlihat menganggap remeh kelompok demonstran yang disebutnya sebagai kelompok minoritas. Dia memperkirakan, dari satu demonstrasi ke demonstrasi berikutnya, kelompok demonstran tidak akan semakin baik. [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya