Berita

ilustrasi/ist

Gawat, Busyro Muqoddas Cs Lebih Suka Teri daripada Kakap

MINGGU, 13 FEBRUARI 2011 | 08:23 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Publik perlu mengapresiasi “prestasi” Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan jaksa nakal dari Kejaksaan Negeri Tangerang berinisial DSW yang sedang menerima suap dari seorang pegawai Bank BRI yang sedang bermasalah karena menggelapkan sertifikat Bank BRI senilai Rp 50 juta. Penangkapan itu terjadi Jumat malam (11/2) di kawasan Pondok Aren, Bintaro, Tangerang Selatan.

Tetapi di sisi lain, penangkapan itu memperlihatkan bahwa KPK yang kini dipimpin mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Busyro Muqaddas, ternyata lebih suka kasus teri daripada membongkar kasus kakap yang sebetulnya sudah terang benderang berada di depan mata.

“Dibanding menjebloskan para penyuap dalam kasus cek pelawat pemilihan Deputi Guberni Senior BI ke penjara, yang seharusnya sangat mudah untuk dilakukan , KPK ternyata lebih memilih bersusah payah melakukan kejar-kejaran di jalan tol untuk sekadar menangkap Jaksa DSW,” ujar Jurubicara Serikat Pengacara Rakyat Habiburokhman (Minggu, 13/2).

Dia juga menyesalkan sikap lamban KPK dalam menangani kasus mafia pajak yang diaktori Gayus HP Tambunan, juga megaskandal dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun yang sudah diketahu dengan jelas duduk perkaranya, termasuk siapa-siapa saja pejabat yang terlibat di dalamnya.

“Dalam kasus Bank Century sikap KPK lebih parah lagi dengan menyatkan tidak ada unsur korupsi . Padahal dalam UU Tipikor jelas disebutkan bahwa yang dimaksudkan dengan tindak pidana korupsi jika perbuatan tersebut menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Harusnya KPK sejak dahulu menelusuri dan membuka aliran dana dalam kasus tersebut,” demikian Habiburokhman. [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya