Berita

wael ghonim/ist

Ghonim dan Peran Google di Balik Kejatuhan Mubarak

SABTU, 12 FEBRUARI 2011 | 23:19 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Wael Ghonim menjadi salah satu ikon dalam revolusi di Mesir yang berhasil menumbangkan rezim Hosni Mubarak. Eksekutif Google Inc. di Mesir itu sempat ditahan aparat keamanan Mesir di awal-awal demonstrasi. Setelah dilepaskan beberapa hari lalu, Ghonim bukannya melunak. Ia semakain keras meminta Mubarak mundur.

Ketika akses internet dihentikan pemerintah Mesir di awal-awal demonstrasi, programer-programer Google membajak sistem agar masyarakat Mesir tetap dapat menggunakan Twitter dengan memutar nomor teleppon dan meninggalkan pesan suara.

Walau Ghonim terlihat begitu aktif dalam gerakan perlawanan, tetapi Google tidak pernah mengambil sikap politik. Jurubicara Google, Jill Hazelbaker, beberapa saat sebelum Mubarak mundur mengatakan pihaknya bangga dengan keberanian eksekutif muda Google itu.

Gurubesar Sekolah Bisnis Harvard, Rosabeth Kanter, memuji sikap Google dan kemampuannya memainkan peran di tengah krisis politik Mesir. Namun di sisi lain ia juga mewanti-wanti Google.

Katanya, masyarakat akan semakin menyukai Google. Tetapi pemerintahan yang antidemokrasi tentu saja tidak akan menyukai kehadiran Google.

“Anda pergi ke sana untuk menjual produk. Anda ke sana bukan untuk menjatuhkan rezim,” ujar Prof. Kanter.

Adapun Ghonim ketika diwawancarai CNN hari Jumat lalu mengatakan, “bila Anda ingin membebaskan sebuah masyarakat, berikan mereka akses ke internet.”

Ghonim membantu membuka halaman Facebook yang didedikasikan untuk korban kebrutalan aksi polisi dalam menghadapi demonstran dalam revolusi yang pecah sejak tanggal 25 Januari lalu. [guh]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya