Berita

CM tantawi/ist

REVOLUSI MESIR

Tentang Chief Marshal Tantawi dan Militer Mesir yang Terkuat Ke-10 di Dunia

SABTU, 12 FEBRUARI 2011 | 18:47 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Sejak Revolusi Juli 1952 yang menumbangkan Raja Farouk I, militer menjadi kelas yang amat istimewa di Mesir. Di panggung politik tak jarang kalangan militer bermain nakal.

Pembunuhan Anwar Sadat di tahun 1981 di sisi lain dipahami sebagai ekspresi konflik internal di tubuh militer. Anwar Sadat yang pernah menjadi Panglima Angkatan Udara tewas dihujani tembakan oleh pasukan Angkatan Darat yang dipimpin Letnan Khalid Islambouli ketika memimpin parade mengenang keberhasilan Mesir merebut Terusan Suez dari Inggris dan sekutunya di tahun 1973.

Kematian Anwar Sadat membuka peluang Hosni Mubarak untuk berkuasa. Seperti Anwar, Hosni juga pernah menjadi Panglima Angkatan Udara. Setelah militer dibersihkan dari anasir Islambouli, Hosni Mubarak meningkatkan kemampuan dan kekuatan militer Mesir lebih dahsyat lagi.

Kini, militer Mesir tercatat sebagai militer terbesar ke-10 di dunia dengan 468.500 tentara aktif, dan 479 ribu tentara cadangan. Dukungan yang diberikan Mesir terhadap “perdamaian” di kawasan timur Tengah (baca: antara negara Arab-Muslim dengan Israel) berbuah manis untuk Israel. Aljazeera mencatat, bahwa setiap tahun militer Mesir mendapatkan bantuan tak kurang dari 1,3 miliar dolar AS per tahun dari Amerika Serikat. Sejak kegagalan kudeta yang dimotori kaum Islamis di tahun 1990an, kekuatan militer Mesir semakin bertambah. Informasi-informasi dari kalangan diplomatik Amerika Serikat yang dibocorkan menyebutkan bahwa kekuatan militer Mesir meningkat menjadi 1,4 juta tentara.

Sebagai kelas istimewa, militer Mesir juga mengusai lapangan ekonomi, mulai dari menguasai hotel, perusahaan konstruksi hingga pabrik. Kemampuan di lapangan ekonomi ini telah mengatrol tak sedikit jenderal Mesir menjadi bagian dari kelompok elit ekonomi di negeri Ratu Bilqis itu.

Ada dua figur paling penting di tubuh militer Mesir saat ini. Pertama tentu saja Field Marshal Mohamed Hussein Tantawi yang kini menjadi orang paling berkuasa di Mesir. Laki-laki berusia 75 tahun ini juga merupakan menteri keamanan. Tak lama sebelum mengundurkan diri, Hosni Mubarak menunjuk Tantawi menjadi deputi Perdana Menteri.

Orang kedua di tubuh militer yang berpengaruh adalah Kepala Staf Umum Letjen Sami Hafez Annan yang disebut-sebut sebagai pemain politik di belakang layar. Annan di sebut-sebut sebagai pihak di dalam tubuh militer yang menjaga agar militer Mesir tidak membuldozer demonstran. Dia jugalah yang dianggap sebagai tokoh yang mengharmonisasi kalangan internal militer.

CNN mengatakan, tak banyak yang diketahui tentang Tantawi. Masyarakat Barat beruntung karena mantan Menteri Pertahanan William Cohen pernah bekerjasama dengan Tantawi di Pantagon. Tantawi yang lahir di tahun 1935 ini mulai bertugas sebagai tentara di tahun 1956 ketika Mesir berperang melawan Inggris, prancis dan Isreal. Dia juga mendapat tugas khusus dalam perang dengan Israel di tahun 1967 dan 1973. Jabatan Menteri Pertahanan didudukinya sejak 1991. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya