Berita

ilustrasi

CADANGAN BERAS

HKTI: Kebijakan Beras Nasional Mengancam Jutaan Petani

SENIN, 07 FEBRUARI 2011 | 15:59 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kebijakan cadangan beras nasional pemerintah dinilai tidak konsisten, tidak transparan serta dapat mengancam kehidupan kaum tani Indonesia.

Di saat harga beras di pasar konsumen terbilang tinggi, pemerintah malah menjual harga gabah kering di kisaran Rp 1.900 hingga Rp 2500 per kg. Dengan harga yang demikian rendah, menurut Ketua Bidang Perdagangan DPN HKTI, Ismed Hasan Putro, sulit bagi petani mengembalikan biaya produksinya.

“Bisa dipastikan, untuk musim tanam berikutnya petani akan semakin tersandera oleh rentenir. Petani sangat membutuhkan bibit dan pupuk. Sementara daya beli mereka rendah akibat harga jual gabah yang saat ini kian anjlok,” katanya kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 7/2).

Diakui atau tidak, kebijakan bea masuk nol persen atas beras impor semakin menegaskan posisi pemerintah. Kebijakan impor beras dengan bea masuk nol persen merupakan bukti bahwa pemerintah memang tidak serius memikirkan nasib jutaan petani padi nasional dan lebih mengutamakan kepentingan para pemburu rente importir beras.

HKTI, menurut Ismed, menuntut pemerintah mencabut kebijakan bea masuk nol persen atas beras impor. HKTI juga meminta agar pemerinytah transparan menyebutkan jumlah cadangan beras nasional. Jika memang dianggap cukup, pemerintah harus segera menghentikan impor beras. Terakhir, Bulog juga diminta segera membeli gabah petani yang saat ini tengah panen raya. [guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya