Berita

Lagi, SBY Diserang Deklarasi Anti Kebohongan

SELASA, 25 JANUARI 2011 | 16:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sembilan puluh sembilan lembaga swadaya dan tokoh masyarakat menyerukan "Tiga Tuntutan Rakyat Melawan Kebohongan Pemberantasan Korupsi dan Mafia" di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/1).

Puluhan tokoh masyarakat dan akademisi itu antara lain, Adhie Massardi, Bambang Widjojanto, Bambang Widodo Umar, Bivitri Susanti,, Erry Riana Hardjapamengkas, M Sobry, MM Billah, Mudji Sutrisno, Neta S Pane, Saldi Isra, Radhar Panca Dahana, Samsuddin Haris, Taufik Basari, Teten Masduki, Tommy Legowo, Topo Santoso, dan Yanuar Rizky.

Sedangkan puluhan lembaga masyarakat itu antara lain, AKKSI, ANBTI, ATKI, DEMOS, ELSAM, Forest Watch Indonesia, Forum LSM Yogyakarta, Imparsial, ICW, INFID, Institut Hijau Indonesia, Jatam, Kiara, Kontras, Lima, Pukat, Walhi, YLBHI, dan TII.


Isi dokumen mereka menyatakan, rakyat Indonesia ingin merdeka dari jajahan para koruptor, muak dengan kepura-puraan dalam pemberantasan korupsi dan mafia hukum, terutama dalam kasus Gayus Tambunan.

Presiden Republik Indonesia, sebagai kepala negara harus memimpin sendiri, tanpa kebohongan, dengan sungguh-sungguh, dan tidak sebatas wacana, untuk melakukan perang melawan korupsi, mafia pajak dan mafia hukum.

Mereka juga menuntut pembersihan institusi Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Direktorat Jenderal Pajak, Kementrian Hukum dan Ham, serta lembaga negara lain dari pejabat yang menjadi bagian dari mafia hukum.

Dan terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi wajib memimpin dan menuntaskan pengusutan secara hukum skandal Gayus Tambunan dan perusahaan-perusahaan pengemplang pajak, bersama Kepolisian dan kejaksaan.

Tuntutan dibacakan budayawan Radhar Panca Dahana setelah sebelumnya bertemu dengan pimpinan KPK, Busyro Muqaddas dan Bibit Samad Rianto. Sekarang, mereka tengah melangsungkan jumpa pers di Gedung KPK.[ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya