Berita

Menelusuri Jejak Agen CIA di Istana SBY

SABTU, 22 JANUARI 2011 | 09:08 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku tak bisa membedakan mana agen Central Intelligence Agency (CIA), dinas rahasia AS, dan mana yang bukan.

“Anda tahu enggak (siapa) agen CIA dan siapa yang bukan agen CIA. Saya juga tidak tahu. Kementerian Luar Negeri tidak tahu mana yang agen CIA, mana yang bukan,” kata Marty di sela rapat kerja dengan Komisi I DPR di gedung Nusantara II, Jakarta, kemarin petang (Kamis, 20/1).

“Jangan percaya hal yang mengada-ada. Sudah tahu semua jawabannya,” kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (pur) Sutanto di Istana Kepresidenan, kemarin (Kamis, 20/1).

Sebelum tulisan ini dilanjutkan, saya hendak menggarisbawahi beberapa hal penting terlebih dahulu agar tulisan ini tidak terlihat (baca: terbaca) naif juga insinuatif.

Pertama, benar bahwa perdebatan mengenai keberadaan agen CIA di Indonesia yang dibicarakan dalam tulisan ini merupakan bagian dari wacana besar yang ditiupkan Gayus Tambunan, terpidana kasus penggelapan pajak, setelah Majelis Hakim PN Jakarta Selatan yang dipimpin Albertina Ho menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara untuk dirinya.

Kedua, benar bahwa testimoni itu disampaikan Gayus di luar persidangan, khususnya, dan di luar koridor pro justicia, umumnya.

Ketiga, dengan demikian testimoni Gayus itu tidak bisa (atau mungkin belum bisa adalah istilah yang agak tepat) dianggap sebagai kebenaran (baru).

Keempat, hal-hal yang disampaikan Gayus, termasuk tentang agen CIA bernama John Jerome Grice yang membantunya, harus diuji terlebih dahulu. John Jerome Grice diduga sebagai orang yang membantu Gayus memperoleh paspor dengan Sony Laksono, juga paspor untuk dirinya dan istrinya dengan kewarganegaraan Guyana.

Apakah benar John Jerome Grice adalah agen CIA? Apakah benar salah seorang anggota Satgas Pemberantas Mafia Hukum merestui semua kegiatannya yang berkaitan dengan kasus yang melilit Gayus? Atau: apakah John Jerome Grice benar-benar ada?

Setelah menggarisbawahi keempat hal itu, sekarang kita lanjutkan.

“Saya tidak tahu siapa orang Amerika yang bernama John Gerome. Saya tidak pernah dengar sebelumnya. Namun dalam hukum kami, saya tidak dapat berbicara tentang warga negara AS tanpa izin dari yang bersangkutan,” ujar Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Scott Marciel, usai rapat dengan Komisi I DPR, Rabu (19/1).

Marciel mengatakan, pihaknya tidak dapat membicarakan apa pun mengenai badan intelijen negara itu. Dia juga tidak diizinkan membicarakan masalah Gayus.

“CIA itu hanya ada di film,” ujar anggota Komisi I dari Partai Demokrat Ramadhan Pohan.

“Kalaupun ada, polos amat John Jerome. Tidak mungkin dia terang-terangan mengaku sebagai CIA. Lagipula, pernyataan Gayus sendiri kan sudah dibantah Dubes AS," sambungnya.

Berbeda dengan Ramadhan Pohan yang lama bertugas di Washington DC kala masih bekerja untuk Jawa Pos, Jurubicara Kantor Menko Politik Hukum dan HAM, Sagoem Tamboen, tidak menutup kemungkinan apa yang disebutkan Gayus tentang keterlibatan agen CIA dalam skandalnya adalah benar.

"Informasi itu bisa benar dan bisa tidak benar. Karena itu itu perlu pembuktian oleh institusi terkait," Deputi VII bidang Koordinasi Komunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam ini kemarin (Jumat, 21/1).

Menurutnya, Gayus perlu menjelaskan lebih detil sepak terjang dan kiprah sang agen CIA selama di Indonesia.

“Benar atau tidak, yang penting pembuktiannya dahulu, agar dalam menindaklanjuti tidak menimbulkan gejolak antara Indonesia dengan negara asal yang bersangkutan,” kata Sagoem lagi. Bersambung/[guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya