Berita

denny indrayana/ist

Tangkap Saja Denny Indrayana!

JUMAT, 21 JANUARI 2011 | 07:35 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Walau belum bermakna pro justicia, namun pernyataan Gayus Tambunan setelah hakim Albertina Ho menjatuhkan vonis penjara tujuh tahun untuknya (Rabu, 19/1) membuat posisi Sekretaris Satuan Tugas Pemberantahasan Mafia Hukum Denny Indrayana semakin terpojok.

Denny telah membantah semua isi testimoni itu. Namun tak urung sejumlah pihak menilai testimoni Gayus tersebut dapat dijadikan sebagai pintu masuk untuk membongkar misteri lain di balik Satgas yang dibentuk Presiden SBY itu. Partai Golkar misalnya, bisa melaporkan Denny karena, seperti yang disampaikan Gayus, membawa-bawa Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Gayus juga bisa mengadukan Denny ke polisi dengan tuduhan telah mengganggu istrinya.

"Dia merasa istrinya diintimidasi, diganggu orang lain. Gayus bisa laporkan itu ke polisi, itu pidana umum, mengganggu istri orang lain," sebut Margarito Kamis, kemarin (Kamis, 20/1).

Sementara siang ini (Jumat, 21/1), Institut Proklamasi akan meminta agar polisi menangkap Denny Indrayana. Selain Denny, anggota Satgas PMH Mas Achmad Santosa juga harus ditangkap.

Menurut Institut Proklamasi, Denny Indrayana dan Mas Achmad Santosa telah merusak tatanan hukum, merecoki institusi penegak hukum dalam hal ini Polri, Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Denny dan Ota juga harus ditangkap karena diindikasi merekayasa kasus Gayus Tambunan untuk kepentingan pihak Istana. Hal terakhir yang membuat penangkapan Denny dan Ota penting adalah bisa jadi ocehan Gayus tentang keterlibatan agen CIA benar.

Desakan itu akan disampaikan di kantor Institut Proklamasi, Jalan Anyer nomor 5, Menteng Jakarta Pusat, seusai shalat Jumat. [guh]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya