Berita

Blitz

Angel Lelga, Kapok Dimadu

SENIN, 10 JANUARI 2011 | 06:12 WIB

RMOL. Pernah punya pengalaman sebagai istri kedua Raja Dandgut Rhoma Irama, membuat Angel Lelga kapok dimadu.

Sejak berpisah dari Rhoma Irama, Angel sadar hidup diduakan oleh suami yang berpoligami tidak menyenangkan. Baginya poligami itu perbuatan picik.
“Agama itu penting tapi jangan picik mencapai kehidupan rumah tangga dengan poligami,” kata Angel saat dijumpai di Jakarta, baru-baru ini.

Seolah menyindir sikap Aa Gym yang berpoligami, hingga akhirnya Teh Ninih memilih bercerai, Angel mengatakan, dalih poligami memakai agama sangat naif.

Seolah menyindir sikap Aa Gym yang berpoligami, hingga akhirnya Teh Ninih memilih bercerai, Angel mengatakan, dalih poligami memakai agama sangat naif.

“Sudah nggak zaman ustadz kawin dengan banyak wanita. Agama jangan dijadikan alasan untuk memiliki pasangan lebih dari satu. Itu bisa merusak hubungan rumah tangga,” tutur pemilik nama lengkap Lely Anggaraeni itu.

Meski mengatakan poligami dihalalkan agama, namun bintang film Rintihan Kuntilanak Perawan itu meyakini, poligami lebih banyak mudharat dari pada manfaatnya.

“Poligami itu merugikan kaum wanita lho. Tidak ada pria di dunia yang bisa berbagi secara adil kecuali Nabi,” keluhnya.

Saat masih menjadi istri siri Rhoma misalnya, Angel mengisahkan, dia sempat mengalami tekanan batin. Ia tak tahan melihat pria yang disayanginya harus berbagi kasih sayang dengan wanita lain.

“Nggak ada kebahagiaan (waktu jadi istri siri Rhoma), apa yang saya perjuangkan ternyata gagal. Kalau bisa menikah normal, untuk apa poligami? Itu menyakit­kan,” terangnya lagi.

Sekarang, Angel belajar dari kesalahannya. Berharap tak lagi dimadu, Angel mematok syarat khusus bagi setiap pria yang ingin menjadikannya sebagai pasangan hidup.

“Aku nggak mau punya pasangan yang punya prinsip memiliki istri lebih dari satu itu indah. Aku mau punya pasangan yang normal, yang nggak berpoligami,” tutup wanita berusia 30 tahun ini.   [RM]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya