RMOL. Pada pembukaan Musyawarah Nasional Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) yang dipimpin oleh Amelia Yani di Hotel Mercure Ancol, Jumat (7/1, Ketua DPR Marzuki Alie menyebut Rizal Ramli sebagai calon presiden alternatif. Marzuki menantang Rizal Ramli untuk berani masuk kedalam partai politik.
Rizal Ramli tidak menjawab tantangan Marzuki itu. Ia justru menyarankan, agar Marzuki berani mengambil inisiatif untuk melakukan reformasi pembiayaan partai politik, agar demokrasi Indonesia tidak dibajak oleh kekuatan uang dan oligarki, jika sungguh-sungguh ingin menghentikan demokrasi kriminal yang sekarang terjadi.
Menurut Rizal Ramli, sebaiknya partai-partai politik dibiayai oleh negara seperti di Jerman, Australia dan lainnya sampai pendapatan rakyat Indonesia mencapai $ 10.000 per orang. Pembiayaan untuk partai-partai Rp 0,5 trilliun per tahun dinilainya relatif kecil dari total APBN Rp 1200 trilliun.
"Tetapi ada syaratnya, yaitu partai-partai harus bersedia diaudit (termasuk investigatif audit), menegakkan
good governance, dan hanya boleh mengajukan calon legislatif dan eksekutif yang memiliki integritas,
leadership dan
track record yang baik," kata Rizal Ramli kepada
Rakyat Merdeka Online, Sabtu (8/1).
Dengan cara itu, dominasi kekuatan uang dalam kaderisasi Parpol bisa dihindari. Menurut Gus Romli, pembiayaan negara tersebut tidak ada artinya dibandingkan dengan kerusakan akibat
money politics dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.
[ald]