Berita

presiden sby/ist

Syahganda: SBY Gagal Tampilkan Komunikasi Politik yang Baik

KAMIS, 16 DESEMBER 2010 | 19:42 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Perlawanan rakyat Yogyakarta terhadap gagasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai posisi Gubernur dan Wakil Gubernur Yogyakarta menunjukkan kegagalan SBY membangun pola komunikasi yang baik dengan rakyat.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, di Jakarta, Kamis (16/12).

"SBY harus melakukan introspeksi atas kegagalan mengkomunikasikan gagasan maupun sikap politiknya, karena yang muncul bukan pemahaman atas ide pemilihan langsung Gubernur DIY, tapi justru sikap reaktif masyarakat yang tegas-tegas menolak pendekatan SBY itu," katanya.

Syahganda bisa memahami kesulitan SBY untuk menerapkan prinsip demokrasi dalam pengisian jabatan Gubernur dalam RUU Keistimewaan Yogyakarta, karena sesuai UUD 1945 jabatan tersebut harus dipilih langsung oleh rakyat, sementara di sisi lain Undang-Undang tersebut juga mengakomodir prinsip-prinsip keistimewaan suatu daerah.

SBY, jelas mantan aktivis ITB itu, dalam posisi dilematis untuk bisa mengakomodir kedua kepentingan itu. Namun disesalkannya, SBY terlampau terburu-buru melibatkan publik dalam mengkaji masalah itu dengan melontarkan istilah tidak boleh ada sistem monarkhi dalam negara demokrasi di tanah air.

"Ini statement yang kurang bijaksana, tidak peka dengan konteks politik dan budaya Yogya, sehingga yang didapat SBY adalah reaksi negatif publik secara langsung dan meluas," ujarnya.

Dia menilai, akan lebih arif jika sebelum melontarkan masalah dilematis yang dihadapinya saat mempersiapkan RUU Keistimewaan Yogyakarta, SBY bicara terlebih dahulu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menjadi panutan warga Yogya.

"De facto Sri Sultan itu tokoh tertinggi di DI Yogya, de jure Sri Sultan juga Gubernur Kepala DI Yogyakarta. Apa salahnya SBY mengajak bicara dulu Sri Sultan," tandasnya. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya