Berita

rizal ramli/ ist

Gus Romli: Tidak Ada Alasan Pemerintah Tunda Sistem Jaminan Sosial

MINGGU, 05 DESEMBER 2010 | 20:08 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pemerintah diharapkan segera melaksanakan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bagi pekerja di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dalam Musyawarah Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Hotel Cempaka Jakarta Utara (Minggu, 5/12).

Ia menjelaskan, Sistem Jaminan Sosial itu akan membuat seluruh pekerja mendapatkan jaminan pemeliharaan kesehatan dan jaminan pendapatan setelah pensiun. Sistem itu juga menyediakan tunjangan untuk kelompok miskin dan pengangguran sementara. Menurutnya, draft Undang-undang untuk jaminan sosial tersebut sudah ada, tetapi pemerintahan SBY-Boediono terus menerus berupaya agar pelaksanaannya ditunda dan pembahasannya diperlambat. Pasalnya pelaksanaan sistem jaminan sosial berbiaya sangat mahal dan pemerintah tidak memiliki dana karenanya bisa menjadi beban fiskal yang besar dan membebani dunia usaha.


Menurut Gus Romli, panggilan akrab Rizal Ramli di kalangan NU, alasan pemerintah tersebut terlalu mengada-ada. Ia mencontohkan, Inggris memulai sistem jaminan sosialnya lebih dari seratus tahun yang lalu ketika ekonomi Inggris masih payah.  Bahkan, tambahnya, Amerika Serikat pun mulai membuat sistem jaminan sosial (Sosial Security System) ditengah-tengah ekonomi Amerika yang sedang mengalami depresi pada tahun 1935.

"Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sudah lebih dari mampu untuk membangun Sistem Jaminan Sosial Nasional. Tidak ada alasan untuk menunda-nunda kecuali pemerintah neoliberal ini memang tidak berpihak kepada kalangan pekerja. Pejabat keuangan memperlambat pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial karena khawatir sistem itu akan menjadi beban fiskal yang besar seperti yang saat ini terjadi di beberapa negara maju. Contoh yang diajukan pejabat keuangan itu tidak relevan karena negara-negara maju tersebut mengalami pergeseran demografis yang besar serta jumlah orang tua lebih banyak dari jumlah orang muda yang bekerja sehingga beban fiskal membesar," jelas Rizal Ramli.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KSPI Thamrin Masii dan seratus tokoh pekerja dari seluruh Indonesia juga mengatakan bahwa mereka tidak percaya jika pemerintah Indonesia tidak memiliki dana untuk melaksanakan Sistem Jaminan Sosial karena sebagian besar biayanya merupakan kontribusi gaji dari pekerja dan urunan dari perusahaan. Buktinya untuk APBN 2010, biaya perjalanan untuk pejabat pemerintah dan DPR mencapai Rp. 19,5 triliun atau empat kali lebih besar dari jaminan nasional kesehatan. Belum lagi korupsi di Dirjen Pajak dan Bea Cukai yang merugikan negara puluhan triliun. (wah)


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya