Berita

rizal ramli/ist

Rizal Ramli: Pembelian Pesawat Presiden Adalah Pemborosan dan Megalomaniak

SABTU, 04 DESEMBER 2010 | 19:33 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pembelian pesawat presiden telah disetujui oleh Badan Anggaran DPR tahun lalu. Angkanya pun hanya sebesar Rp 200 miliar. Pernyataan ini disampaikan oleh Harry Azhar Aziz, mantan Ketua Badan Anggaran, tahun lalu.

Namun, kabar terbaru lewat sumber diplomatik, pers dan jaringan ekspatriat asing, beredar kabar bahwa eksekutif Boeing melakukan presentasi untuk menawarkan pesawat Kepresidenan sekelas Air Force One senilai US$ 350 juta atau Rp 3,15 triliun kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Informasi ini ditanggapi secara keras oleh Mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli. Kepada Rakyat Merdeka Online, hari ini (Sabtu, 4/12), Rizal mengatakan, hal itu terlalu berlebihan. "Rencana Presiden SBY untuk membeli pesawat Kepresidenan sekelas Air Force One milik Presiden Amerika senilai Rp 3,15 trilliun adalah prilaku  jor-joran, pemborosan dan megalomaniak," kata Rizal.


Rizal mengatakan, pembelian pesawat Kepresidenan dengan seharga US$ 100 juta saja, sebetulnya sudah bagus. Sehingga, Presiden tidak perlu membawa staf dan rombongan yang gemuk.

"Tidak perlu membawa banyak staf dan rombongan Presiden bisa lebih effisien," ujarnya.[kgi]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya