Berita

KPK: WBS Paling Canggih dan Hindari Fitnah

RABU, 01 DESEMBER 2010 | 19:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Whistle Blower System (WBS) yang dijalankan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menerima laporan dugaan tindak pidana korupsi dari masyarakat dipastikan bisa menjamin keamanan si peniup peluit atau pelapor.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua KPK, M. Jasin, menjawab pertanyaan wartawan tentang sistem baru yang dijalankan oleh institusinya itu. Ia menjelaskan, dengan mekanisme WBS, si pelapor tidak teridentifikasi karena tidak disebutkan nama dan alamatnya. KPK, katanya, hanya berkomunikasi dengan si pelapor (WB) menggunakan password yang memakai jalur seperti e-mail.

"WBS paling canggih dan bisa terhindar dari fitnah karena orang yang mau memfitnah dan hanya iseng tidak akan bisa berkomunikasi dengan sistem WBS, dia akan keluar secara otomatis dari sistem," jelas Jasin usai acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Balai Kartini Jakarta (Rabu, 1/12).


Ia juga menambahkan, hingga kini sudah ada sekitar 60 ribu laporan dari masyarakat dengan menggunakan WBS yang dikelola KPK. Dari laporan-laporan itu terdapat sekitar 2300 yang terindikasi adanya penyimpangan, bahkan 57 diantaranya sudah ditindaklanjuti ke tingkat penyelidikan dan penyidikan.

Dalam kesempatan itu, KPK juga memperkenalkan sistem WBS ke instansi-instansi pemerintah untuk mempersempit peluang tindak pidana korupsi. Saat ini baru Kementerian Pekerjaan Umum yang sudah memiliki sistem WBS yang terintegrasi langsung dengan KPK.

Sebelumnya, dalam sambutan pembukaan KNPK Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik penerapan  WBS oleh KPK. Ia berharap agar sistem tersebut digunakan dengan baik bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan tindak pidana korupsi, bukannya justru digunakan untuk memfitnah orang lain.[wah]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya