Berita

sby/ ist

SBY: Jika Ingin Menyapu Lantai Pastikan Sapu Kita Bersih

RABU, 01 DESEMBER 2010 | 12:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pejabat negara dan kepala daerah untuk menjaga integritas dan tidak terlibat dalam praktik korupsi.

Hal ini disampaikan SBY dalam pidato pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Balai Kartini Jakarta (Rabu, 1/12).

"Saya sedih lihat gubernur dan bupati yang menjalani proses hukum, mereka jadi tidak bisa bekerja," ujarnya.


Presiden SBY meminta kepada semua aparat penegak hukum, agar melakukan penyuluhan, edukasi dan pengingatan terhadap pemberantasan korupsi. Ia meminta agar semua pejabat pemerintah bersih dari tindak korupsi.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY juga menjelaskan lima faktor yang harus diperhatikan dalam pemberantasan korupsi. Pertama, memberikan atensi yang lebih besar pada instansi atau lembaga pemerintah yang mengelola aset negara dengan jumlah besar, memberikan atensi kepada Dirjen pajak dan bea cukai serta BUMN dan Kementerian terkait yang mengelola aset negara. Kedua, memberi atensi yang besar pada instansi dengan jumlah atau nilai pembelanjaan yang besar. Ketiga, memberi atensi pada penyimpangan dan tindak korupsi dalam pelayanan publik.Keempat, memberi atensi pada aparat penegak hukum agar bisa mencegah dan memberantas korupsi.

"Jika ingin menyapu lantai kotor pastikan sapu kita bersih terlebih dulu," kata SBY.

Terakhir, SBY menyambut baik whistle blower system (WBS) dengan melindungi dan merahasiakan identitas para pelapor korupsi. Namun, tambahnya, harus dipastikan yang dilaporkan itu transparan dan informasinya benar, bukanlah fitnah yang tidak bisa ditindaklanjuti.[yan]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya