Berita

Lee Myung-bak/ist

KRISIS KOREA

Presiden Lee: Kami Tak Bisa Bersabar Lagi

SENIN, 29 NOVEMBER 2010 | 13:29 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Korea Selatan tidak bisa hanya berdiam diri dan bersabar menghadapi aksi Korea Utara. Demikian ditegaskan Presiden Lee Myung-bak, dalam pidato yang disampaikan hari ini (Senin, 29/11).

“Saudara sebangsa setanah air, pada saat seperti ini, aksi lebih penting dari kata-kata. Tolong percaya pada pemerintah dan militer,” ujar Lee seperti dikutip CNN. Pidato Lee ini disampaikan sehari setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan menggelar latihan perang di perairan yang sepatutnya menjadi milik Korea Utara.

Pekan lalu (Rabu, 24/11), Korea Utara menyerang pangkalan militer Korea Selatan yang berada di Pulau Yeonpyeong yang berada tak jauh dari kawasan darat Korea Utara di Laut Barat Semenanjung Korea.

Menurut Korea Utara, garis batas utara yang ditetapkan AS dan Korea Selatan seusai Perang Korea (1950-1953) silam tidak adil dan telah menempatkan mereka pada posisi sulit dan terkepung. Namun, selama ini komunitas internasional tidak memperhatikan keberatan Korea Utara. Korea Selatan dan AS pun kerap menggelar operasi yang bagi Korea Utara dianggap sebagai ancaman terhadap kedaulatan mereka. Itulah sebabnya, menyambut latihan perang gabungan AS dan Korea Selatan sejak kemarin, Korea Utara merasa perlu melepaskan tembakan ke pulau itu. Sehari sebelumnya, Korea Selatan lebih dahulu melepaskan tembakan.

Korea Selatan juga menuduh Korea Utara berada di balik serangan yang menenggelamkan kapal Korea Selatan, Cheonan, bulan Maret lalu.

Walau mengatakan bahwa kapal Cheonan telah memasuki perairan Korea Utara, namun Pyongyang membantah menembak kapal itu hingga tenggelam. Sebaliknya, Korea Utara menuding pihak lain yang berusaha memperpanas suasana di Semenanjung Korea.

“Sangat sulit saat ini berharap Korea Utara menghentikan program senjata nuklir dan petualangan militer mereka. Kita tidak bisa bersabar dan terus berbaik hati. Itu hanya akan memberi kesempatan kepada mereka untuk provokasi yang lebih besar,” demikian Lee dalam pidatonya hari ini. [guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya