Berita

dewan pers/ist

GAYUS BERTEMU ICAL?

Inilah Lima Media yang Diadukan Ical ke Dewan Pers

RABU, 24 NOVEMBER 2010 | 12:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Umum partai Golkar Aburizal Bakrie mengadukan lima media ke Dewan Pers terkait pemberitaan, yang menurutnya tidak sesuai fakta, terkait kabar pertemuannya dengan tersangka kasus pajak Gayus Tambunan di Bali.

Ical panggilan Aburizal Bakrie, melalui kuasa hukumnya, Aji Wijaya, melaporkan siang ini Kompas, Detik.com, SCTV termasuk Liputan6.com, Media Indonesia dan Metro TV ke Dewan Pers.

"Kami sayangkan kelakuan institusi media besar yang menulis atau menayangkan berita bohong tanpa didukung upaya pencarian fakta serta check and recheck seperti yang diamanatkan UU Pers dan kode etik jurnalisme yang berlaku," ujar Aji gedung Dewan Pers Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat (Rabu, 24/11).


Ical mempermasalahkan pemberitaan Kompas edisi 12 November 2010. Secara eksplisit, jelas Aji, dalam pemberitaan itu, Kompas menyatakan, "Dari informasi yang diterima Kompas, Sabtu pagi itu Aburizal disebut-sebut bertemu Gayus di sebuah resort yang dimilikinya. Diduga Ical, sapaan akrab Aburizal, didampingi Fuad Hasan, Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar dalam pertemuan tersebut."

Informasi tersebut kemudian dikutip bahkan didramatisir oleh SCTV, Detik.com, Media Indonesia dan Metro TV.

"Faktanya justru berbeda. Dan walaupun Kompas sudah mengkonfirmasi dan sudah dibantah oleh Pak Fuad Hasan Mansyur. Lucunya Kompas justru tetap ngotot memberitakan kabar yang sudah dibantah dan tidak didukung fakta itu," paparnya.

Memberitakan bantahan, lanjut Aji, tidak sama dengan memberitakan informasi yang faktual. Media harus terus menggali informasi yang akurat dan faktual sebelum memberitakan, bukan sekedar memuat gosip atau pernyataan liar. Dan sayangnya, tambah Aji, media sering kali menggunakan alasan telah melakukan cover both side untuk memberitakan informasi yang sudah dibantah.

"Dengan sangat menyesal Pak Ical memutuskan melaporkan ke Dewan Pers demi mengembalikan jurnalisme Indonesia ke jalur yang profesional dan kredibel. Kali ini Kompas salah karena telah memberitakan berita bohong," tandasnya. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya