Berita

obama/ist

Inilah Agenda Tersembunyi Kedatangan Obama

JUMAT, 12 NOVEMBER 2010 | 19:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Publik jangan terperdaya dengan kesahajaan Presiden Barrack Obama. Sebab, anak Menteng yang suka bakso dan nasi goreng itu memiliki skenario besar menjadikan Indonesia tetap sebagai pangsa pasar bagi Indonesia.

Demikian dikatakan pemerhati intelejen, Jhon Marpii dalami diskusii  "Intelejen, Kemandirian Ekonomi dan Energi Nasional" di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta (12/11).


"Polanya jelas, dia datang tanggal 9, besoknya dilisting IPO Krakatau Steel (KS). Setelah dilisting, ia langsung berangkat ke Korsel. Sementara Indonesia sudah sepakat dengan Korsel membentuk perusahaan patungan KS dengan Posco. Jadi jelas kepentingannya ia ingin menguasai industri baja kita," lantangnya.

"Polanya jelas, dia datang tanggal 9, besoknya dilisting IPO Krakatau Steel (KS). Setelah dilisting, ia langsung berangkat ke Korsel. Sementara Indonesia sudah sepakat dengan Korsel membentuk perusahaan patungan KS dengan Posco. Jadi jelas kepentingannya ia ingin menguasai industri baja kita," lantangnya.

Ia mengingatkan, di belakang Obama itu Wallstreet. Meski Posco punya Korsel, tapi tetap dibelakang Korsel itu AS.

Jhon juga mengingatkan, ke depan hitungan ekonominya setelah KS dikuasaai, industri baja kita dikuasai, maka secara langsung industri strategis kita seperti Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (DI) akan membutuhkan baja dari mereka. Dan bukan tidak mungkin, industri pertahanan kita akan bergantung dan membeli dari mereka.

Indikasi kedua, kondisi politik global saat ini, AS sedang berperang ekonomi dengan China. AS ingin mencari keuntungan di Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi dalam negeri mereka.

"AS mengeruk uang dari kita karena mereka sudah gagal menciptakan pertumbuhan ekonomi karena kalah dengan ekonomi China," lanjutnya. [arp]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya