Berita

Aktivis Sebut Abdi Dalam Otak Penjualan KS

KAMIS, 11 NOVEMBER 2010 | 19:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Obral murah Krakatau Steel (KS) terjadi karena dari awal cara pandang pemerintah sudah salah dalam melihat BUMN baja ini.

Kepada Rakyat Merdeka Online, Koordinator Petisi 28, Haris Rusly Moti mengatakan, Pemerintah hanya berpikir KS itu sebagai perusahaan yang bisa digunakan untuk mendapatkan keuntungan sesaat saja. Bukan dilihat sebagai pilar masa depan industri strategis untuk kemandirian industri nasional.

"KS itu mother industry atau hulunya industri strategis nasional kita. Mau bangkrut atau tidak harusnya tetap dipertahankan. Jangan hanya karena alasan untuk ekspansi perusahaan lalu diobral dipasaran," katanya.


Jika Pemerintah tetap menggunakan cara berpikir salah, menurut Haris, Indonesia tidak akan bisa jadi negara mandiri.

"Otak mereka (pemerintah) harus dicuci," tandasnya.

Selain itu, penjualan BUMN KS kepada swasta dilakukan oleh aktor lama yang juga sudah menjual Indosat. Ia menyebut aktor lamanya adalah Mahmudin Yasin yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN.

"Dulu Indosat dijual dia (Sekmen Mahmudin Yasin) yang mendesainnya. Sekarang KS dijual dia juga pelakunya. Dia abdi dalam yang baik karena bisa menggalang dana bagi kebutuhan penguasa," katanya.

Dana untuk apa?
[ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya