Berita

bakso/ist

Publika

Cinta Laura dan Hitzbut Tahrir Harus Malu dengan ‘Budaya Bakso’ Obama

RABU, 10 NOVEMBER 2010 | 15:52 WIB

RMOL. Melihat pidato Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama dalam
memberikan kuliah umum di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, sungguh merupakan pelajaran yang berharga bagi rakyat Indonesia, terutama generasi muda.

Dalam orasinya sebagai kuliah umum yang dihadiri para intelektual dan akademisi, seakan pidato Obama bukan di hadapan para akademisi maupun intelektual tadi. Tapi, berpidato di hadapan ribuan bangsa Indonesia yang datang dari segala lapisan masyarakat, sehingga mudah dipahami. Sebagai orator ulung, Obama dapat membawa audiens seolah-olah mempunyai kontak dan hubungan khusus dengan orasinya.

Seperti sedang ‘tune in’ ia membakar semangat seluruh hadirin di dalam aula UI (mungkin jutaan orang yang menonton secara langsung melalui layar televisi) dengan landasan-landasan kuat bangsa Indonesia yang selama ini tenggelam. Malah Obama justru seperti ‘the real president of Indonesia’ dengan menyebut Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan landasan kuat bukan hanya milik bangsa Indonesia saja, tapi milik dunia, sebab semboyan itu patut menjadi milik dunia. Ya, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Itu lah makna kuat yang terkandung di dalamnya.

Seperti sedang ‘tune in’ ia membakar semangat seluruh hadirin di dalam aula UI (mungkin jutaan orang yang menonton secara langsung melalui layar televisi) dengan landasan-landasan kuat bangsa Indonesia yang selama ini tenggelam. Malah Obama justru seperti ‘the real president of Indonesia’ dengan menyebut Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan landasan kuat bukan hanya milik bangsa Indonesia saja, tapi milik dunia, sebab semboyan itu patut menjadi milik dunia. Ya, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Itu lah makna kuat yang terkandung di dalamnya.

Barack Obama juga dengan jelas mengucapkan dasar negara Pancasila. Sungguh seperti pemimpinnya sendiri yang mengingatkan rakyatnya agar tidak begitu saja meninggalkan semboyan dan falsafah bangsa yang begitu luhur. Sebab, faktanya para elite politik bangsa kita sendiri sudah jarang menggunakan kalimat Bhineka Tunggal Ika maupun Pancasila.

Maka, tak ayal bila tepuk tangan menggelegar di dalam gedung mengiringi ucapan Obama. Belum lagi, pengucapan kata-kata Bahasa Indonesia yang diucapkan dengan lancar dan fasih tanpa dibuat-buat, seperti ‘pulang kampung’, ‘anak Menteng’, ‘bakso’, ‘sate’, ‘terima kasih’, ‘asalamu’alaikum’, dan lain-lain.

Dialek-dialek Obama tersebut, bisa saja menjadi ‘pukulan telak’ bagi artis sinetron Cinta Laura yang mengucapkan ‘terima kasih’ dengan lafal ‘cerima kasyih’ atau mungkin ‘Bhinyeka Cunggal Ikya’.

Belum lagi, acara demonstrasi yang dibuat oleh kelompok dari Hitzbut Tahrir yang menolak kedatangan Obama. Mereka berdemo itu mau mewakili siapa? Betapa sangat (maaf) picik dan rendah pemikiran Hitzbut Tahrir itu. Mereka ibarat katak dalam tempurung yang tidak tahu akan dunia luar. Mereka tidak tahu hubungan emosional si Barry kecil yang pernah tinggal di Jakarta. Mereka tidak menjadikan tuan rumah yang baik dalam menyambut setiap tamu. Sungguh bukan budaya Indonesia.

Kasus dialek artis Cinta Laura dan aksi demo kelompok Hitzbut Tahrir di atas jelas merupakan contoh yang tidak baik bagi pendidikan politik generasi muda. Penggemar Cinta Laura maupun para anggota dan pegiat Hitzbut Tahrir seharusnya malu dengan ‘budaya bakso’ nya Obama. Betul kan!


Masrur Syu'di
Serdang,  Kemayoran
Jakarta Pusat

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya