ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Petisi 28 menilai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sama buruknya dengan pemerintah. DPR saat ini telah menjadi bencana bagi terwujudnya kedaulatan dan kemerdekaan rakyat.
"Cara mereka (DPR) jauh dari cara berdemokrasi yang sejati. Model demokrasi yang dipraktekkan mereka hanya cara bagaimana mengembalikan sepuluh kali lipat biaya yang dikeluarkan mereka saat kampanye," ujar koordonator Petisi 28, Haris Rusli Moti kepada Rakyat Merdeka Online di Doekoen Kafe, Pancoran, Jakarta (Minggu, 7/11).
Haris pun mengingatkan agar tidak terlalu banyak berharap DPR membicarakan aspirasi rakyat. Di DPR, sebut dia, aspirasi saat ini hanya dijualbelikan bukan diperjuangkan.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
UPDATE
Jumat, 10 April 2026 | 22:20
Jumat, 10 April 2026 | 22:14
Jumat, 10 April 2026 | 22:06
Jumat, 10 April 2026 | 22:02
Jumat, 10 April 2026 | 21:43
Jumat, 10 April 2026 | 21:38
Jumat, 10 April 2026 | 21:16
Jumat, 10 April 2026 | 21:02
Jumat, 10 April 2026 | 20:48
Jumat, 10 April 2026 | 20:44