Berita

MBAH RONO/ist

GUNUNG MERAPI

Kewenangan Mbah Rono Dipangkas?

MINGGU, 07 NOVEMBER 2010 | 20:06 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Surono “hanya” seorang Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral. Walau hanya menempati jabatan Eselon II, namun peranan Surono yang kini mulai dikenal dengan nama Mbah Rono sangat signifikan dalam menghadapi bencana letusan Gunung Merapi.

Mata Surono seakan tak pernah terpejam menyaksikan perkembangan demi perkembangan aktivitas sang gunung yang diperlihatkan torehan pena seismograf. Assessment Mbah Rono terbilang moncer. Sejauh ini, prediksinya mengenai aktivitas Gunung Merapi, terbilang relatif tepat. Maklumlah, ia memang secara khusus menstudi Gunung Merapi, mulai dari pendidikan sarjana strata-1, master hingga doktoral di Universitas Sorbonne, Prancis.

Mbah Rono juga yang kerap dipercaya memberikan keterangan kepada pejabat tinggi negara, termasuk Presiden SBY, mengenai perkembangan terakhir Gunung Merapi. Dia pun tidak mau terlalu kaku dalam menyebarkan informasi mengenai aktivitas Gunung Merapi. Informasi yang diberikan kepada pihak Istana, misalnya, diakui selalu mutakhir.

Tetapi belakangan tampaknya ada pihak yang tidak senang dan merasa terganggu oleh “ketenaran” Mbah Rono. Informasi yang diperoleh Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 7/11) dari Jogjakarta menyebutkan, bahwa peranan Mbah Rono akan dipangkas.

“Eksistensi Mbah Rono mencuat, dan ada pejabat Eselon-1 yang merasa tersingkir,” ujar seorang informan yang mengetahui perselisihan paham antara Mbah Rono dan pihak lain di Kementerian ESDM.

Kalau kewenangan Mbah Rono dipangkas, apalagi bila ia dimasukkan ke dalam kotak, dikhawatirkan ini akan merugikan upaya penanggulangan bencana letusan Gunung Merapi. [guh]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya