Berita

Merapi/ist

GUNUNG MERAPI

Resmi, Inilah Maksud SBY Berkantor di Jogjakarta

MINGGU, 07 NOVEMBER 2010 | 18:54 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Presiden SBY berkantor di Gedung Agung, Istana Jogjakarta, agar seluruh instruksi yang diberikan berkaitan dengan penanganan bencana letusan Gunung Merapi dapat dipastikan berjalan lancar dan tepat sasaran dalam konteks penyelamatan di masa tanggap darurat.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Velix Wanggai, kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (7/11). Keterangan ini juga dimaksudkan untuk menjawab keraguan berbagai pihak dengan maksud Presiden berkantor di Jogjakarta.

“Hingga Sabtu, 6 November, satu hari setelah Instruksi Presiden yang dinyatakan pada Jumat, 5 November, telah berjalan dengan baik,” ujar Wanggai.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai komandan tunggal atas pengendalian bencana Merapi telah melakukan konsolidasi kerja antar institusi-institusi pusat, daerah, TNI, Polri, kampus, dan kelompok relawan. Strategi pengendalian pengungsi diarahkan pada kebijakan kawasan rewan bencana I, II, dan III.

Menko Kesra secara intens juga telah memastikan berbagai bantuan pusat dikelola dan disalurkan secara tepat, cepat dan terintegrasi. Saat ini bantuan dari lintas kementerian terus berjalan.

Lalu, sambungnya, Panglima TNI telah membentuk Brigade Khusus untuk penanganan bencana Merapi, dan telah memobilisasi satuan-satuan pasukan, baik dari Jakarta, Madiun, Malang, Surabaya, maupun dari Jateng dan DIY sendiri. Saat ini di lapangan, pihak TNI berperan aktif untuk mengevakuasi pengungsi dan memberikan pelayanan pada barak-barak pengungsi. [guh]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya