RMOL. Nampaknya kemitraan komprehensif AS-Indonesia bakal terwujud. Rencananya Obama akan datang ke Indonesia dan meresmikan kerjasama ini.
Hubungan AS-Indonesia kian akrab ditangan SBY dan Obama. Kedua negara sepakat membentuk komisi bersama guna memperluas, memperdalam dan meningkatkan hubungan bilateral.
Jauh hari, Hillary Clinton, pada lawatan pertama sebagai Menlu AS ke Indonesia, mengatakan, Indonesia masuk menjadi prioritas untuk kawasan Asia Pasifik.
Selama di Indonesia (18-19 Februari 2009), istri mantan presiden Bill Clinton ini bertemu dengan pejabat kementerian luar negeri RI.
Hillary mengenalkan pentingnya kemitraan strategis AS-Indonesia. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang penting bagi AS sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak didunia.
AS merasa penting untuk merangkul Indonesia lebih awal.
Benih hubungan ini dimulai dalam pertemuan kedua kepala negara di Singapura tahun lalu. Langkah ini disusul saat kedua presiden menghadiri KTT G-20 di Toronto, Juni 2010.
Arah hubungan bilateral bergeser kepada bentuk yang lebih luas dengan titel kemitraan komprehensif AS-Indonesia.
Pejabat Indonesia cukup respek terhadap hubungan ini. Menlu RI (saat itu Hasan Wirajuda) juga menggaris bawahi pernyataan Deplu AS akan pentingnya Indonesia bagi AS.
"Sepanjang RI-AS menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia, demokrasi dan pluralisme, ada cukup alasan untuk mengeratkan hubungan billateral " katanya saat itu, 7 Februari 2009.
Gedung putih sendiri, melalui kantor juru bicaranya mengatakan, kerjasama komprehensif AS-Indonesia adalah sebuah kemitraan jangka panjang dari Presiden Obama dan Presiden Yudhoyono untuk memperluas, memperdalam dan meningkatkan kerjasama bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia. Kerjasama ini menggaris bawahi kepentingan global dari meningkatnya kerjasama antara negara demokratis kedua dan ketiga terbesar didunia.
Manfaat-manfaat besar yang dapat diperoleh dari kerjasama di bidang ekonomi dan pembangunan, serta pentingnya memupuk pertukaran dan pengertian antara kedua negara dengan penduduk yang paling beragam di dunia.
Apa yang terjadi itu juga tak lepas dari peran penting Dinopatidjalal (Dubes Indonesia untuk AS) dalam laporan tahunan ke Menlu RI, secara tegas disebutkan posisi AS sebagai sahabat, bahkan lebih dari sahabat.
AS yang merupakan kekuatan utama dunia, penting bagi indonesia dari sudut politik, keamanan internasional dan ekonomi. Misal, dibidang kerjasama keamanan kedua negara memanfaatkan dua forum untuk membicarakan masalah keamanan, yaitu melalui
Indonesia-AS Security Dialogue (IUSSD) dan
Bilateral Defence Dialogue (BDD) kerjasama
Counter-Terrorism RI-AS berjalan dengan baik, pemerintah AS terus menaruh perhatian terhadap peran Indonesia di kawasan dalam memerangi terorisme. Oleh karena itu, AS meningkatkan bantuan, khususnya dalam
capacity building Kepolisian RI sehingga upaya membongkar jaringan teroris di Indonesia, menghukum para pelaku, dan mencegah terjadinya aksi teroris dikemudian hari terus menunjukkan hasil.
Di bidang hubungan ekonomi, AS merupakan salah satu pasar utama bagi ekspor Indonesia.
Ini semua adalah sikap dasar Polugri (politik luar negeri) RI memandang dan menempatkan AS. Disisi lain, AS akan memposisikan Indonesia menjadi ruang terbuka basis dari kepentingan kapitalis Amerika.
Jelas dari semua hal tersebut, Amerika ingin menancapkan kuku-kukunya lebih dalam lagi ke Indonesia. Watak penjajah tak pernah lepas dari Amerika Serikat.
Akankah kita sebagai bangsa negeri ini tetap membiarkan penjajah Amerika Serikat mengobok-obok Indonesia?
Maharani Cahyaningtyas
dokter muda Universitas Hang Tuah Surabaya
dym175@gmail.com