Berita

Publika

Kesejahteraan Hanya Impian Prajurit

JUMAT, 05 NOVEMBER 2010 | 17:31 WIB

RMOL. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan pernah mengatakan bahwa, remunerasi belum bisa mengubah mental korupsi di lingkungan birokrat.

Mangindaan mengungkapkan, pemerintah sudah melakukan pengawasan melalui sistem kepegawaian yang ketat dan disiplin. Namun, banyak yang belum didukung oleh mental yang baik dari para aparatnya sehingga semua langkah dianggap sia-sia.

Remunerasi merupakan pemberian gaji sesuai apa yang dikerjakan. Akan tetapi, adanya tunjangan kinerja itu lebih memberikan porsi tanggung jawab yang lebih besar untuk bekerja dengan baik.


Tujuannya agar para pegawai dapat bekerja secara profesional dan tidak mudah diiming- imingi oknum-oknum tertentu yang ingin memanfaatkan mereka.

Sebagai warga masyarakat, kami setuju dengan pernyataan para pejabat diatas. Wajar bila Menpan mengatakan demikian karena karena tunjangan kinerja yang sering disebut remunerasi itu menurut saya salah sasaran. Karena yang diberikan tunjangan kinerja itu sejatinya sudah menikmati kesejahteraan materiil sejak lama seperti adanya tunjangan khusus di Departemen Keuangan dan jajarannya. Sehingga, tatkala instansi ini dijadikan pilot proyek tunjangan remunerasi, aparatnya seperti menerima durian runtuh sehingga tidak mau merubah sikap mental dan perilakunya. ]

Tentunya sangat berbeda dengan tugas tanggung jawab dan resiko yang diemban para aparat TNI, dimana kematian adalah bagian dari tugas itu sendiri, tatkala harus terjun dilapangan baik itu dalam rangka patroli, berperang, latihan maupun saat membantu rakyat dalam  penanggulangan bencana. Semua tugas TNI ini memiliki resiko tinggi. Namun kesejahteraannya malah luput dari perhatian pemerintah. Sebagai warga masyarakat yang peduli TNI, saya kurang mengerti, mengapa pemerintah tidak juga paham tentang persoalan masalah yang dihadapi TNI.

Padahal Presiden sendiri tatkala bertindak sebagai pemimpin Upacara HUT TNI telah memerintahkan secara langsung kepada aparat terkait agar segera merealiisasikan peningkatan kesejahteraan anggota TNI.
Panglima TNI juga sudah berkali-kali mengatakan bahwa tunjangan kinerja (remunerasi) bagi TNI akan segera cair tahun ini. Namun nampaknya bagi anggota TNI rencana peningkatan kesejahteraan itu hanya mimpi.

Padahal kondisi sangat memprihatinkan, mulai dari kondisi barak serta asrama prajurit tak layak huni hingga rendahnya tingkat kesejahteraan para prajurit pada umumnya.

Hal itu menunjukkan bahwa situasi sangat bertolak belakang dengan apa yang dialami PNS di Kemenkeu, terutama Ditjen Pajak, tempatnya si Gayus Tambunan bekerja.

Bagaimana para prajurit ini bisa meningkatkan kualitas profesionalisme dan semangat kejuangannya jika kelayakan dan kesejahteraan hidupnya memprihatinkan? Padahal, prajurit TNI amat dibutuhkan dalam mengawal NKRI, ideologi Pancasila, kebinekaan, dan kelangsungan bangsa ini. Memberikan  kesejahteraan kepada prajurit TNI adalah salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme, tapi memberikan mimpi, hanya akan menurunkan moril prajurit.


Syarifudin
Jl. Damai No. 100
Kramat Jati, Jaktim
syarifudin@yahoo.com
 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya