Berita

SMC Minta DPR Pansuskan IPO KS

JUMAT, 05 NOVEMBER 2010 | 15:39 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan meminta DPR membentuk Panitia Khusus untuk menyelidiki berbagai kejanggalan dalam kasus pelepasan saham (Initial Public Offering/IPO) PT Krakatau Steel.

"Karena pelaksanaan IPO PT KS jelas sarat dengan skandal. Ada pihak-pihak tertentu yang bermain sehingga harga saham KS dipatok sangat murah, hanya Rp 850," kata Syahganda, di Jakarta, Jumat (5/11).

Penetapan harga saham Rp 850 itu, lanjutnya, sangat merugikan negara karena selain jauh di bawah harga pasar, juga akibat rasio harga dibanding pendapatan (Price Earning Ratio/PER)-nya terlalu rendah hanya 9,5. Sementara PER perusahaan-perusahaan sejenis rata-rata mencapai 11-12 kali. Dengan demikian penentuan harga tersebut memang tidak wajar sama sekali.


"Yang normal PER-nya itu 11 atau 12 kali," tegasnya.

Dengan mengacu harga di pasar gelap yang sudah mencapai Rp 1.300 saja, jelas mantan Aktivis ITB itu, negara juga sudah dirugikan Rp 1,3 trilyun.

"Ini jelas-jelas ada permainan dari para mafia ekonomi yang membahayakan bangsa dan negara," ujar Syahganda yang pernah menjabat Komisaris PT Pelindo II itu.

Ia menduga rendahnya harga saham KS tidak terlepas dari permainan elit politik yang menggunakan kekuasaan, para rente yang menggunakan modalnya, dan para calo yang menjadi broker saham di pasar perdana dengan pasar sekunder.

Untuk membuktikan ada tidaknya elit politik terlibat dalam kasus IPO KS ini, Syahganda mendesak DPR membentuk Pansus untuk mengungkap sejelas-jelasnya latar belakang munculnya harga saham KS, termasuk para pemain yang terlibat.

"DPR harus berani memanggil siapa pun yang diindakasikan terlibat. Hukum mereka seberat-beratnya. Bila perlu kucilkan mereka dari segala aktivitas ekonomi di tanah air," katanya.

PT KS melepas 3,100 milyar saham senilai Rp 850. Menurut rencana listin perdana saham KS di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilaksanakan pada 10 November mendatang. [guh]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya