Berita

Barack obama/ist

Dunia

Obama Melemah, Amerika Serikat Memerah!

RABU, 03 NOVEMBER 2010 | 23:08 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Apa boleh buat, baru setengah jalan, bintang terang Barack Hussein Obama mulai memperlihatkan tanda-tanda meredup. Partai Demokrat yang membesarkan Presiden Amerika Serikat ini kehilangan banyak suara dalam pemilihan umum sela yang digelar hari ini.

Dipastikan, House of Representative atau DPR lepas dari kontrol partai keledai itu. Partai Republik yang berlambang gajah untuk sementara merebut 239 kursi DPR, meninggalkan Partai Demokrat yang untuk sementara meraih 185 kursi. Penghitungan suara masih berlangsung. CNN memperkirakan, Partai Republik akan memperoleh 243 kursi dan Partai Demokrat akan memperoleh maksimal 192 kursi.

Peta politik Amerika Serikat pun memerah.

Sementara untuk Senat, Partai Demokrat diperkirakan akan meraih 51 kursi. Sementara Partai Demokrat diperkirakan meraih 47 kursi. Sungguh perbedaan yang sangat tipis. Perhitungan suara untuk pemilihan Senat pun masih berlangsung sampai berita ini diturunkan.

Konstelasi politik baru di Capitol Hill ini diperkirakan akan memperlemah posisi Obama. Bayangkan, di saat kedua kamar di Kongres dikuasai Partai Demokrat saja, Obama harus berjuang mati-matian untuk meloloskan UU health care, misalnya.

CNN melaporkan, bahwa Obama telah menghubungi John Boehner, kandidat kuat ketua DPR dari Partai Demokrat yang akan menggantikan Nancy Pelosi.

Menurut CNN kekalahan kubu Obama dalam pemilihan umum sela ini didorong oleh kemarahan warga Amerika Serikat terhadap tingkat pengangguran yang tak kunjung membaik. Belum lagi, secara umum, keadaan ekonomi Amerika Serikat masih belum begitu pulih dari krisis 2008 yang sebetulnya merupakan hasil dari pemerintahan George W. Bush sebelumnya. [guh]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya