Berita

Greenpeace Enggan Sumber Dananya Diaudit

RABU, 03 NOVEMBER 2010 | 17:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Greenpeace mengelak disebut mewakili kepentingan perusahaan-perusahaan asing.

Keengganan itu diperlihatkan Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia, Hikmat Suriatanuwijaya, ketika berbicara kepada wartawan di Bakoel Kafe, Jalan Cikini Raya No 25 Jakarta Pusat (Rabu, 3/11). Ia membantah tuduhan yang menyebut Greenpeace dipakai perusahaan asing untuk memojokkan perekonomian Indonesia.

Sumber dana Greenpeace, sebut mantan jurnalis ini, sangat transparan. Berasal dari 3 juta pendonor perorangan dan 30 ribu diantaranya adalah orang Indonesia.


"Ini  upaya mengalihkan isu untuk menggagalkan komitmen Presiden SBY yang akan memoratorium (penghentian sementara) pembukaan lahan baru," sebutnya.

Sebut Hikmat, pihaknya tidak akan surut.

Berbagai kalangan meminta agar sumber dana Greenpeace  diaudit karena diduga dana yang mereka gunakan berasal dari perusahaan-perusahaan luar negeri. [guh]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya