Berita

krakatau steel/ist

IPO KS MIRING

Marwan Batubara: Pak Mustafa Bekerja Untuk Siapa?

SENIN, 01 NOVEMBER 2010 | 14:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Rencana pemerintah melalui kementerian BUMN menjual saham Krakatau Steel dengan harga penawaran saham perdana (IPO) dipatok pada level Rp 850 per lembar patut dinilai janggal.

Ketua Komite Penyelamat Kekayaan Negara, Marwan Batubara mengatakan,  kejanggalan-kejanggalan itu mencakup seperti keputusan tentang harga saham KS ditetapkan oleh menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar tanpa melalui rapat pimpinan di lingkungan BUMN. Keputusan harga hanya diambil oleh Mustafa Abubakar dan Sekteratis Menteri BUMN.

"Saya kira nuansa KKN-nya kental. Harga penawaran Rp 850 per lembar sangat tidak layak," ujar Marwan di gedung DPR, siang ini (Senin, 1/11).


Harga itu, lanjut Marwan, terlalu murah karena jika dilihat nilai buku KS sebenarnya bisa IPO dengan harga Rp 1.500 per lembar.

"Layak dipertanyakan untuk siapa Pak Mustafa bekerja. Apakah kepada para pemburu rente untuk pemilik modal, untuk asing atau untuk ketiganya," katanya bernada mempertanyakan.

Mustafa Abubakar, menurutnya, adalah menteri yang suka menjual aset negara dengan mengobral saham-saham BUMN dengan harga murah untuk kepentingan asing. Sebut Marwan, sebelumnya Mustafa sudah menjual saham BPN dengan harga IPO Rp 1.000, Grenshoe BNI dengan IPO Rp 2.900, dan menjual saham Pembangunan Perumahan dengan harga IPO Rp 560. [wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya