Berita

Siswono Yudohusodo/ist

Menguat, Desakan dari Senayan Agar Greenpeace Diaudit

SENIN, 01 NOVEMBER 2010 | 09:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Desakan sejumlah kalangan agar dilakukan audit bagi LSM Greenpeace karena diduga keberadaan mereka telah menjadi corong bagi kepentingan perusahaan-perusahaan asing di Indonesia disetujui kalangan politisi Senayan.

Politisi Senayan dari PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno termasuk yang mengiyakan wacana tersebut. Pemerintah, dalam hal ini, menurutnya tidak boleh berdiam diri. Pemerintah harus memastikan apakah data yang dikampanyekan Greenpeace benar atau tidak. Disebutkan dalam data itu bahwa perusahan-perusahaan dalam negeri telah melakukan pengrusakan hutan.

"Pemerintah harus mendalami data Greenpeace itu. Jika datanya tidak benar pemerintah jangan diam saja," tegas anggota komisi XI DPR ini.


Politisi Senayan lainnya, Siswono Yudohusodo mengaku tidak aneh jika LSM-LSM luar seperti Greenpeace menjadi corong bagi kepentingan-kepentingan luar negeri alias kepentingan korporasi-korporasi asing. Saat ini, sebut politisi gaek partai Golkar ini, setidaknya ada 60-an UU yang dimiliki merupakan hasil pesanan asing. Sis, begitu anggota Komisi IV DPR ini disapa, merinci mulai dari UU Air sampai UU Perbankan membolehkan asing memiliki modal 90 persen lebih di bank-bank dalam negeri.

"Mereka (perusahaan asing) berhasil mempengaruhi sampai tingkat perundang undangan. Mereka tidak langsung mempengaruhi tapi ya lewat LSM-LSM itu agenda-agendanya disusupkan," tegasnya.

Beberapa pekan terakhir Rakyat Merdek Online mengadakan poling. Hasil sementara menunjukkan bahwa 80,7 persen responden setuju dilakukan audit terhadap Greenpeace. [wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya