Berita

presiden sby/ist

Jenderal Suharto: Bencana Beruntun Karena SBY Zalim

MINGGU, 31 OKTOBER 2010 | 17:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah tanah air belakangan ini disebabkan perlakuan zalim pemerintah SBY terhadap rakyatnya.

Demikian disampaikan Letjen (Purn) Suharto dalam diskusi bedah buku "Bencana Bersama SBY" yang ditulis Ridwan Saidi, di Doekoen kafe, Pancoran, Jakarta, sore ini (Minggu, 31/10).

Kezaliman pertama itu menurut Suharto, karena pemerintahan SBY tidak memiliki konsep dan cenderung mengedepankan pencitraan diri. SBY juga  hanya menggunakan masterplan orang asing. Maka bila dibandingkan rezim Orde Baru ternyata masih baik ketimbang rezim SBY. Mantan Presiden Soeharto memiliki konsep sehingga bencana bangsa yang terjadi jauh lebih sedikit dibandingkan masa kepemimpinan SBY.


Sebut Suharto pula, kezaliman lain yang sudah dilakukan SBY adalah membiarkan penggantian demokrasi Pancasila dengan nilai-nilai demokrasi Barat. Demokrasi kerakyatan oleh hikmat dirubah dengan demokrasi one man one vote alias demokrasi uang.

"Kepemimpinannya (SBY) sudah menghancurkan rumah rakyat (MPR). MPR dijadikan banci. MPR sudah dilumpuhkan dengan amandemen-amandemen," cetusnya.

Jika ingin terbebas dari bencana, pemerintah harus menghentikan perlakuan zalim yang telah dilakukannya kepada rakyat.

"Tanpa itu dilakukan bangsa ini tetap akan terkena bencana," pungkas mantan komandan marinir tersebut. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya