Berita

Publika

Kok Sumpah Pemuda Tidak Mengakui Budaya Indonesia?

JUMAT, 29 OKTOBER 2010 | 08:51 WIB

RMOL. BUNYI teks asli sumpah pemuda 1928 yaitu:  Pertama, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Kurang satu sumpah. Menurut saya, ketiga sumpah tersebut harus ditambahi sumpah keempat.yaitu:Keempat.Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berboedaja jang satoe, boedaja Indonesia. Kok,sumpah pemuda nggak mengakui budaya Indonesia.Oleh karena itu saya mengusulkan perlunya sumpah keempat tersebut.

Kenapa tak mengakui budaya Indonesia? Pertanyaannya adalah, kenapa sumpah pemuda hanya mengakui tanah air Indonesia,bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia? Sedangkan budaya Indonesia tidak disumpahkan?Apa alasannya?

Kenapa tak mengakui budaya Indonesia? Pertanyaannya adalah, kenapa sumpah pemuda hanya mengakui tanah air Indonesia,bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia? Sedangkan budaya Indonesia tidak disumpahkan?Apa alasannya?

Sumpah yang kurang sempurna.Jadi, jangan disalahkan kalau saya menilai bahwa Sumpah Pemuda yang dbacakan pada 1928 kurang sempurna. Oleh karena itu Sumpah Pemuda 1928 harus direvisi. Kalau UUD 1945 asli yang merupakan bukti-bukti sejarah saja bisa direvisi (diamandemen), maka dengan menggunakan logika yang samaa, maka Sumpah Pemuda 1928 juga harus bisa dan boleh direvisi. Yaitu memasukkan sumpah keempat seperti yang saya usulkan di atas.


Hariyanto Imadha
BSD Nusaloka Sektor XIV-5
Jl.Bintan 2 Blok S-1/11
Tangerang

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya