Berita

ilustrasi

Publika

Busway Nganggur, Polantas Kok Diskriminasi Motor

JUMAT, 29 OKTOBER 2010 | 07:09 WIB

RMOL. Saya sering berkendara melewati jalan dari arah Cawang ke jalan Gatot Subroto (Gatsu). Disini, terasa benar diskriminasi yang dilakukan Polantas kepada pengendara motor. Seperti diketahui, di rute tersebut ada jalur bus Transjakarta yang tidak dipergunakan. Anehnya setiap saat mobil bisa melewati jalur itu. Namun, tidak demikian halnya dengan motor yang sesekali diperbolehkan lewat dan sering kali dilarang lewat busway.

Saya tidak mengerti apa latar belakang Polantas memberlakukan aturan “buka tutup” seperti itu untuk motor. Sebelum ada busway, ruas jalan digunakan bersama-sama oleh pengendara mobil dan motor. Lalu, dibangunlah busway yang kemudian operasionalnya terkendala satu dan lain hal sehingga jalur itu tidak terpakai.

Lantas mengapa kini hanya mobil yang boleh lewat di sana? Seharusnya dikembalikan lagi fungsinya seperti semula. Jangan ada terjadi diskriminasi antara pengendara motor dan mobil.


Di sisi lain saya tidak mengharapkan jawaban Polantas seperti, “Motor harus berada di lajur kiri berdasarkan UU, sehingga dilarang menggunakan busway”. Argumentasi seperti itu jelas keliru karena dengan adanya pembatas antara jalan biasa dan busway, maka motor yang masuk ke busway dapat dianggap berada di sebelah kiri ruas jalur bus Transjakarta yang tidak terpakai itu.

Saya mohon Polantas memberikan keterangan mengenai aturan “buka tutup” jalur bus Transjakarta untuk pengendara motor. Sebab, di tengah jalan Polantas tidak memberikan keterangan apa pun mengenai sikap diskriminatif tersebut.

DANU, 081388331xxx

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya