ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Penyerahan sertifikat 214 hektare tanah kepada para petani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat merayakan peringatan Hari Agraria Nasional di Istana Bogor, Kamis (21/10) hanyalah bagian kecil dari upaya mewujudkan agenda reforma agraria.
Sekjend Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Idham Arsyad, kepada Rakyat Merdeka Online menuturkan, reforma agraria tidak cukup hanya dengan membagi-bagikan sertifikat lahan kepada para petani. Agenda genuin reforma agraria adalah bagaimana menyelesaikan ketimpangan penguasaan dan kepemilikan lahan yang dimiliki rakyat dengan yang dikuasai pihak swasta.
“Harusnya SBY melakukan pengusutan di mana ada pemilikan tanah yang besar oleh swasta dan sementara di wilayah itu telah terjadi kemiskinan bagi buruh-buruh garapnya,†ujarnya sesaat lalu (Rabu, 27/10).
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
UPDATE
Jumat, 10 April 2026 | 22:20
Jumat, 10 April 2026 | 22:14
Jumat, 10 April 2026 | 22:06
Jumat, 10 April 2026 | 22:02
Jumat, 10 April 2026 | 21:43
Jumat, 10 April 2026 | 21:38
Jumat, 10 April 2026 | 21:16
Jumat, 10 April 2026 | 21:02
Jumat, 10 April 2026 | 20:48
Jumat, 10 April 2026 | 20:44