Berita

Habib Kwitang: Kehadiran Greenpeace Perlu Ditinjau Ulang

SELASA, 26 OKTOBER 2010 | 09:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sudah sepatutnya kehadiran LSM asing Greenpeace di Indonesia ditinjau ulang bila merugikan kepentingan nasional.

Begitu pendapat ulama dari Kwitang, Habib Abdurrahman, yang disampaikan kepada wartawan di Jakarta, kemarin (Senin, 25/10).

"Siapapun dan apapun motifnya, kalau memang dinilai melanggar kedaulatan bangsa, bisa ditinjau ulang kehadirannya,” ujar Habib Abdurrahman.

Ia yakin ulama-ulama lain juga akan berpendapat serupa dengan dirinya, bila intervensi pihak asing dirasakan telah mengganggu kepentingan nasional.

"Saya kira, ulama yang lain pun akan setuju saja bila kehadiran Greenpeace ditinjau ulang, kalau memang benar-benar merugikan kepentingan nasional," tambahnya sambil mengingatkan bahwa kekuatan asing sejak dulu seringkali merusak kepentingan nasional.

Seluruh lembaga asing yang beroperasi di Indonesia, idealnya, mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Hukum harus ditegakkan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Siapapun yang masuk ke Indonesia harus patuh terhadap hukum Indonesia. Agar kepentingan nasional tidak lagi diganggu asing, kita harus menerapkan hukum setegas mungkin. Intinya, kita harus tetap menjaga kedaulatan bangsa," demikian Habib Kwitang. [guh]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya