Berita

MUI: Pemerintah Harus Tindak Tegas Greenpeace

SENIN, 25 OKTOBER 2010 | 19:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga meminta pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap pihak asing, yang secara sistematis berusaha menghancurkan Indonesia dengan segala cara. Termasuk yang dilakukan perusahaan multinasional dan LSM asing yang kerap membawa isu lingkungan hidup.

Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam mengatakan, pihaknya percaya pemerintah akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum untuk menindaklanjuti kasus dugaan data palsu yang digunakan Greenpeace dalam salah satu laporannya mengenai kerusakan hutan. Laporan itu dianggap memojokkan dan berpotensi mengancam perekonomian nasional.

“Indonesia ini adalah negara berdaulat. Ada perangkat hukumnya. Jadi, kalau pemerintah menilai Greenpeace layak diusir, lakukan saja,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin siang (25/10).

Kasus data palsu yang digunakan Greenpeace itu, sambungnya, dapat dijadikan sebagai bahan untuk mempertimbangkan dan mengkaji ulang kehadiran Greenpeace di tanah air.

Pemerintah, masih kata Ichwan, pun tidak perlu sungkan mempertahankan kedaulatan bangsa. Apalagi bila terbukti ada skenario yang dilakukan pihak asing untuk merusak kepentingan nasional.

“Kalau memang menyangkut harga diri dan kepentingan nasional, ulah Greenpeace juga pantas dicurigai. Untuk itu, pemerintah perlu bertindak tegas,” demikian Ichwan. [guh]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya