Berita

nova riyanti yusuf/ist

Politisi Demokrat Akui Atmosfir DPR Mendukung untuk Melakukan Korupsi

SENIN, 25 OKTOBER 2010 | 15:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Atmosfir Dewan Perwakilan Rakyat sangat mendukung anggotanya untuk melakukan Korupsi. Hal itu dibenarkan oleh anggota Komisi XI, Nova Riyanti Yusuf kepada wartawan Simposium Nasional Pemuda Anti Korupsi di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Senin (25/10).

"Atmosfir itu memang ada dan memang memungkinkan. Korupsi  waktu dan korupsi uang memang ada," ujar politisi muda yang akrab disapa Noriyu itu.

Untuk mencegah anggota dewan korupsi, kader Demokrat itu mengimbau agar anggota Dewan merubah paradigma ujung-unjungnya duit (UUD).


"Manajemen hubungan konstituen yang UUD atau bahwa pakem jika anggota dewan bertemu dengan konstituen harus memberikan duit dalam jumnlah besar harus dirubah. Bangun hubungan konstituen dengan yang lebih humanis dan produktif. Misalnya, akomodir keinginan konstituen, didengarkan keluhannya, dan anggota dewan cukup membukakan jalur dan referensi jaringan saja ke mereka," lanjut Noriyu.

Yang kedua, tetap memanfaatkan profesi keahlian yang dimiliki sebelum jadi anggota DPR.

"Jangan setelah jadi anggota DPR, kita berubah jadi vampir yang identik yang buruk-buruk saja," masih kata Noriyu.

Noriyu menambahkan, terus lakukan revolusi diri dengan cara terus melakukan instrospeksi diri. Jangan gampang melakukan studi banding atau plesiran ke luar negeri, tetapi kita tidak mempersiapkan apa yang harus dicapai dengan studi banding tersebut. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya