Berita

Ketua Umum Gerindra: SBY Nggak Benar Kalau hanya Omong Doang

KAMIS, 21 OKTOBER 2010 | 17:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono benar UUD 1945 menyebutkan tanah, air dan yang terkandung didalamnya dikuasai negara demi kemakmuran rakyat. Tapi, sayang pengakuan SBY itu dinilai terlambat.

"Itu benar. Tapi itu terlambat. UU kita dari dulu sudah jelas. Yang menentang keinginan (pelaksanaan) UUD itu yang salah," ujar Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 21/10).

Sejalan dengan itu, Suhardi lalu mempertanyakan siapa yang telah berkeingnan dan menjadikan air menjadi alat komersial. Mestinya rakat bebas untuk memiliki air. Tapi karena sudah diprivatisasi, rakyat menjadi sulit untuk memperoleh air.


"Coba sekarang hitung. Tiga liter air dengan nilai per hari 9 ribu per orang. Coba kalau dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 230 juta. Itu ada RP 732 triliun per tahun. Itu kan gila. Harusnya kan kita tidak beli," kesalnya.

Suhardi menunggu apa yang akan dilakukan Presiden SBY setelah menekankan hal tersebut pada saat acara peringatan Hari Agraria Nasional di Istana Bogor siang tadi.

"Ya kita lihat saja. Kita tunggu apakah akan ada yang nampak yang akan dikerjakan setelah sambutannya itu. Kalau misalnya, nggak ada, itu nggak benar lagi. Itu ngomong saja," jelasnya. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya