Berita

teguh juwarno/ist

PAN: Endang Rahayu, Muhammad Nuh dan Agung Laksono Patut Dikritisi

SELASA, 19 OKTOBER 2010 | 20:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tepat satu tahun pemerintahan SBY-Boediono pada 20 Oktober besok, tidak bisa dipungkiri masih menyisakan keprihatian terutama menyangkut kinerja Kabinet indonesia Bersatu II.   

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional, Teguh Juwarno mengatakan, ada beberapa pos kementerian yang harus mendapatkan catatan kritis khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat seperti bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat.

Di bidang kesehatan, misalnya, sudah ada komitmen 20 persen tapi hingga kini masih terdapat keluhan dari masyarakat terutama dari kalangan bawah yang tidak bisa menyekolahkan anak mereka. Kemudian untuk bidang kesehatan, masyarakat miskin atau tidak mampu banyak yang ditolak berobat meski sudah memiliki jaminan kesehatan.


Sementara Kesra, beberapa lembaga survei maupun lembaga independen memperlihatkan kepuasan publik yang sangat rendah terhadap kinerja kementerian pimpinan Agung Laksono itu.

"Bahkan oleh staf komunikasi publik Presiden SBY sendiri mengatakan sektor Kesra dirasakan belum memadai, kinerjanya masih sedikit," ujar Teguh saat diwawancarai Rakyat Merdeka Online usai diskusi publik di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (19/10).

Namun saat ditanyakan lebih lanjut apakah kritikan terhadap kinerja ketiga kementerian itu juga mengisyaratkan kekecewaan PAN secara politis mengingat pos pendidikan dan kesehatan yang seharusnya menjadi jatah kader PAN sementara pos kesra sebagai kritikan balik terhadap Golkar, Teguh langsung membantah.  

"Tidak, ini objektif berdasarkan tingkat kepuasan publik," tampik dia yang juga anggota Komisi I DPR RI. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya