Berita

marzuki alie/ist

Marzuki Alie: Larangan Rainbow Warriors Merapat Sudah Tepat

SENIN, 18 OKTOBER 2010 | 22:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua DPR Marzuki Alie mendukung keputusan pemerintah menolak kehadiran kapal Greenpeace, Rainbow Warriors.

“Kalau pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri melarang kunjungan kapal Greenpeace, sudah benar itu," kata Marzuki saat dihubungi wartawan, Senin (18/10).

Marzuki yakin, pelarangan itu pasti disertai pertimbangan dan bukti yang jelas dan pertimbangan strategis. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini juga yakin pemerintah memiliki data yang sangat lengkap terkait segala aktivitas para aktivis Greenpeace.

“Pemerintah pastinya memiliki data yang sangat komplit. Tidak akan sembarangan melarang mereka masuk ke Indonesia,” pungkas Marzuki.

Rainbow Warrior rencananya akan berlabuh di Tanjung Priok, pada Rabu pecan lalu (13/10). Kapal itu belum bisa memasuki perairan Indonesia karena belum mendapat izin dari Kementerian Luar Negeri, Mabes TNI, dan Kementerian Perhubungan.

Sebelumnya, Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jusuf Rizal mewanti-wanti agar pemerintah waspada.

Ini patut dicurigai, kenapa kapal Greenpeace mau masuk Indonesia bertepatan dengan rencana demontrasi besar-besaran. Ini ada korelasinya, tidak berdiri sendiri,” tegas dia kepada wartawan, Sabtu (16/10).

Jusuf juga mempertanyakan niat Greenpeace yang ingin membantu negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menurut dia, bila memang Greenpeace berniat membantu, sebaiknya mereka mengawasi praktik industrial yang dilakukan perusahaan asing seperti Freeport, Newmont, atau Chevron yang nyata-nyata menyebabkan kerusakan alam dalam skala besar.

Akan tetapi, Yusuf yakin, Greenpeace tidak akan melakukan hal itu karena mereka merupakan anak asuh dari perusahaan-perusahaan multinasional tersebut. [guh]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya